. . .

Wednesday, December 21, 2016

Kampung Warna Warni Jodipan Malang - Warnai Harimu di Tempat Wisata Keren Terbaru



Kampung Warna Warni Jodipan - Kota Malang yang sangat menawan meskipun aslinya merupakan permukiman kumuh.

Kampung Warna Warni Jodipan Malang - Warnai Harimu di Tempat Wisata Terbaru Ini - Kota Malang semakin semarak dan penuh warna setelah adanya kampung berwarna-warni yang terletak pada 2 kampung wisata yaitu Jodipan dan Kesatrian. Rumah-rumah warga yang berada di 2 kampung di sebelah timur jembatan Embong Brantas itu dicat dengan warna yang bervariasi (kabarnya ada 17 warna) serta mencolok pada tembok dan atap rumah, jalanan, kandang ayam, tiang jemuran dsb. Tempat yang dulunya terlihat kumuh, kini menjadi lebih sedap dipandang oleh karena hal tersebut.

Kampung warna-warni adalah objek wisata baru di dalam Kota Malang, yang akan semakin menjadikan Kota Malang sebagai tujuan wisata utama, bukan hanya sebagai kota transit atau peristirahatan untuk berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang. Para wisatawan yang datang ke Kota Malang dapat menyisihkan waktunya untuk mengunjungi objek wisata yang anyar ini.

Dalam ulasan nnoart kali ini, saya hanya akan mengulas mengenai Kampung Wisata Jodipan (KWJ) yang lebih dikenal sebagai kampung warna-warni Malang, meskipun ada kampung Tridi Kesatrian di sebelahnya yang juga penuh warna-warni. Jika dilihat dari atas jembatan Embong Brantas, Kampung Wisata Jodipan (KWJ) merupakan kampung warna-warni yang ada di sebelah selatan (kanan) sungai sedangkan di sebelah utaranya (kiri sungai) adalah Kampung Tridi (3D/Tiga Dimensi).

Lokasi Kampung Warna Warni Jodipan Malang


Kampung Warna Warni Jodipan terletak di Jalan IR. H. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Permukiman warga pada Kelurahan Jodipan - RW 02 - RT 06, 07 dan 09 atau yang lebih dikenal sebagai kampung Juanda, merupakan lokasi rumah-rumah yang dicat warna-warni tersebut.

Lokasinya dapat terlihat dari jembatan Embong Brantas (Jalan Gatot Subroto), yang letaknya hanya 500 meter dari Stasiun Kota Malang. Dari Alun Alun Tugu serta Alun Alun Kota Malang jaraknya sekitar 1 km, dari Terminal Arjosari jaraknya sekitar 7,5 Km, dari pertigaan Karanglo-Singosari jaraknya sekitar 8 km, dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh jaraknya sekitar 12,5 km, dan dari arah pusat kota Kepanjen sekitar 20 km ke arah utara.

Di sebelah timur jembatan tersebut, akan terlihat perkampungan penduduk berwarna-warni yang terpisah oleh sungai Brantas. Di sebelah kanan (selatan) sungai itulah kampung warna-warni Jodipan. Sedangkan di sebelah kiri (utara) sungai merupakan kampung Tridi (3D) yang akan dijelaskan pada postingan berikutnya dalam blog ini. Selengkapnya mengenai lokasi Kampung Wisata Jodipan atau yang dikenal sebagai Kampung Warna Warni Malang bisa dilihat pada Google Map di atas.

Asal Usul Kampung Warna-Warni Malang

Asal usul Kampung Warna Warni Jodipan Malang merupakan ide dari sekelompok mahasiswa dalam GuysPro.
Ide awal kampung warna-warni di Kota Malang ini digagas oleh sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan praktikum Public Relations (PR) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Praktikum ini merupakan tugas mata kuliah PR II yang mewajibkan mahasiswanya untuk menyelenggarakan sebuah event serta management event dengan menggandeng lembaga atau perusahaan.

Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 8 orang ini diantaranya Dinni Anggraeni, Nabila Firdausyiah, Ira Yulia Astutik, Salis Fitria, Ahmad Wiratman, Fahd Afdallah Ramadhan, Wahyu Fitri dan Elmi Rukhiatun. Mereka menamai kelompok ini sebagai GuysPro (Guys of Public Relations), aktivitas kelompok ini (berkaitan dengan kampung warna-warni) bisa dilihat di instagramnya @guyspro.

Para mahasiswa ini ingin agar kampung Juanda di Jodipan yang selama ini terkenal kumuh menjadi lebih bersih serta dapat mengubah perilaku warga mengenai sanitasi serta kebiasaan warga yang sering membuang sampah di sungai. Dipilhnya kampung Juanda oleh sebab lokasinya bisa dilihat langsung dari jembatan Embong Brantas Jalan Gatot Subroto, sehingga ketika selesai di cat, akan menjadi pemandangan yang menarik. Inspirasi kampung warna-warni ini datangnya dari rumah kotak-kotak warna-warni di Desa Favela, Rio de Janeiro, Brasil.

Baca juga: Omah Kayu Batu Malang - Penginapan Unik di Atas Pohon

Guyspro kemudian menawarkan gagasan ini kepada warga setempat dan gagasan ini langsung disetujui. Selanjutnya, untuk merealisasikan konsep kampung warna-warni ini, Guyspro mengajak kerja sama PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA). Gayung bersambut, PT INDANA menjadikan Kampung Warna Warni ini sebagai bagian dari program CSR mereka, sebagai bentuk kepedulian sosial kepada kota Malang. Akhirnya program CSR ini berjalan dengan nama “Decofresh Warnai Jodipan”.

Decofresh adalah merek cat yang digunakan untuk mengecat Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Untuk mengecat tembok hingga atap rumah di kampung ini, mereka melibatkan komunitas mural serta para seniman. Pengecatan dilakukan tukang cat yang disediakan oleh PT Indana, tim Guyspro serta warga setempat. Untuk pengecatan rumah-rumah yang tinggi, bantuan didapatkan dari Batalion 464 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Malang. Warga yang tidak ikut mengecat, biasanya membantu dalam urusan konsumsi dan lain sebagainya. Jumlah rumah yang dicat di Jodipan mencapai 100 unit. Jumlah cat yang dihabiskan untuk mewarnai kampung warna-warni ini mencapai 3 ton Decofresh dengan varian 15 warna.

Setelah selesai di cat, kampung ini langsung menarik perhatian orang-orang yang melintasi jembatan dan membuat kunjungan wisatawan ke kampung Juanda meningkat. Warga yang dulunya kurang menjaga kebersihan kampung dan seringkali membuang sampah di sungai sekarang menjadi malu untuk melakukan hal itu karena banyaknya wisatawan yang datang tersebut. 

Rencana kelompok mahasiswa yang ingin mengubah perilaku masyarakat setempat soal sanitasi serta kebersihan ternyata menghasilkan dampak yang luar biasa, bukan hanya perilaku masyarakat setempat yang berubah, namun menciptakan objek wisata baru di Kota Malang yang mampu mendatangkan wisatawan hingga lebih dari 500 pada akhir pekan. Ekonomi masyarakat setempat juga menjadi lebih baik, terutama yang membuka usaha kios, toko, warung dan sebagainya.

Tidak hanya kampung Juanda di Kelurahan Jodipan saja yang dijadikan kampung warna-warni, perkampungan di sebelah utara sungai (Kelurahan Kesatrian) juga yang berikutnya dicat dengan konsep gambar-gambar 3 Dimensi mendominasi tembok rumah warga.Untuk ulasan mengenai Kampung Tridi, bisa dibaca dalam blog nnoart ini juga.


Spot Menarik di Kampung Warna Warni Malang

Kampung warna-warni di Kota Malang ini memang sangat menarik, cukup banyak spot-spot keren untuk anda jadikan latar foto selfie atau wefie. Mulai dari jembatan Embong Brantas dengan latar kampung Juanda, di dalam gang-gang sempit permukiman yang menyerupai labirin hingga tembok berwarna pink dan biru langit polos yang cukup diminati para wisatawan sebagai latar foto mereka.

Berdasarkan hasil eksplorasi saya di Kampung Wisata Jodipan (belum sempat untuk eksplorasi seluruhnya), berikut ini adalah spot-spot yang disukai para wisatawan sebagai latar foto:

1. Jembatan Embong Brantas
Spot foto dari jembatan Embong Brantas ke Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Siapapun yang melintasi jembatan Embong Brantas yang terletak sekitar 500 meter sebelah selatan dari stasiun kota Malang ini tentunya akan langsung terpana saat melihat deretan perkampung warna-warni di sebelah timur jembatan. Tidak heran banyak wisatawan sangat menyukai pemandangan dari jembatan ini yang dapat melihat keseluruhan Kampung Warna Warni Jodipan maupun Kampung Tridi Kesatrian di sebelahnya.

Orang-orang yang sekedar melintas dengan kendaraan biasanya melambatkan laju kendaraan mereka untuk melihat pemandangan spektakuler ini. Ditambah dengan wisatawan yang menjubeli jembatan menyebabkan kemacetan tidak dapat dihindari, terutama saat jam-jam ramai.

2. Lantai dan Tambok Warna-Warni di Bawah Jembatan
Salah satu spot kece yang instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Ini merupakan spot yang cukup baru, wisatawan yang baru datang sekali ke Kampung Warna-Warni wilayah Jodipan maksimal sebelum bulan November 2016, mungkin belum menemukan spot yang satu ini.

Lokasi spot ini terletak tepat di bawah jembatan Embong Brantas (ujung selatan). Jika dari arah pintu masuk (tempat membayar tiket masuk) Jl. IR Juanda gang IA RT 09 (gapura dengan keramik warna hijau) yang berada di ujung selatan jembatan, anda akan menuruni tangga. Setelah itu belok kiri, ada gambar 3 dimensi seorang pesumo pada tembok berwarna jingga.

Ujung dari lorong itu tepat di bawah jembatan, dimana terlihat tembok warna-warni mulai dari merah muda, biru tua dan hijau serta lantai yang juga dicat menyerupai lingkaran cahaya warna-warni. Rangka jembatan di sebelahnya yang juga di-cat warna-warni menjadikan latar foto di spot ini sangat diminati para pengunjung. Tidak heran, pengunjung saling bergantian untuk foto dengan latar tembok, lantai dan jembatan tersebut.

Di spot ini juga, pengunjung dapat melihat kerumunan orang di atas jembatan Embong Brantas dari bawah serta perkampungan Tridi di seberang sungai. Tempat ini dibatasi dengan pagar besi warna-warni serta teralis untuk membatasi pengunjung yang mungkin nekat untuk melompati pagar.

3. Lorong Payung
Salah satu spot foto instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, lorong payung.
Setelah keluar dari spot nomor 2, kembali lagi ke gang yang pertama dan belok kiri melewati gang sempit kita akan menuruni anak tangga. Setelah beberapa langkah, pengunjung akan melewati lorong rumah warga dengan payung warna-warni bergelantungan di atasnya. Payung beraneka warna tersebut juga sangat diminati para pengunjung kampung warna warni Malang. Terdapat beberapa kios serta tempat duduk di bawah payung, sehingga beberapa pengunjung biasanya menyempatkan beristirahat di tempat ini sambil sesekali foto selfie atau wefie. Karena lorong ini merupakan salah satu jalur utama di kompleks kampung Juanda, susah mendapatkan momen saat lorong ini benar-benar sepi.


4. Topi Petani dan T-Rex 3 Dimensi
Satu lagi spot keren buat foto di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, topi petani dan T-Rex 3 Dimensi.
Beberapa langkah dari payung, ada spot yang juga cukup menarik. Terdapat ukiran gambar 3 dimensi seekor T-Rex serta 9 topi warna warni bergambar Spongebob, Hello Kitty, Angry Birds, Pokemon  dipajang di sebelah gambar T-Rex tersebut. Tersedia juga beberapa topi petani yang bisa dipakai pengunjung dengan cuma-cuma agar penampilannya lebih unik. Untuk gambar T-Rex 3 Dimensi, gambarnya terlihat seperti seekor T-Rex yang siap memangsa korbannya. Beberapa pengunjung yang berfoto dengan latar T-Rex ini biasanya bergaya seolah-olah siap dimakan T-Rex tersebut.


5. Pagar Reggae dan Pemandangan di Depannya
Pagar reggae (istilah dari saya sendiri) dari Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Pagar Reggae (istilah dari saya sendiri ๐Ÿ˜›), karena pagar besi ini di cat dengan warna merah, kuning, hijau plus biru. Disini ada pagar besi dimana pengunjung dapat bersandar sambil melihat pemandangan sungai (yang keruh... ๐Ÿ˜›) dan kampung Tridi (3D) Kesatrian. Terdapat tempat duduk milik warga yang diletakkan di depan rumah, yang bisa anda manfaatkan untuk duduk santai sambil menikmati pemandangan.

Di spot ini, pengunjung bisa foto dengan latar sungai dan kampung Tridi di seberang. Atau bisa juga diambil fotonya dari bawah, dengan latar depan berupa tembok batu dengan motif lingkaran hitam putih dan latar belakang berupa rumah-rumah tinggi berwarna biru, merah muda dan hijau seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.




6. Tangga Curam Warna Warni
Salah satu spot yang keren di Kampung Warna Warni Jodipan Malang adalah tangga dan jalanan yang curam
Setelah berjalan melewati pagar besi di spot nomor 5, kita tiba di jalanan menurun yang curam. Jalanan ini berupa anak tangga untuk pejalan kaki serta lajur untuk sepeda motor di tengahnya. Tangga-tangga ini di cat warna-warni dengan ukiran yang bervariasi.

Di sebelah kanannya ada rumah-rumah warga yang berwarna-warni dan di sebelah kirinya merupakan tembok batu dengan motif warna lingkaran hitam putih. Rumah-rumah 3 lantai yang juga berwarna-warni terlihat dengan sangat jelas dari bawah sini. Di jalan ini, jika berjalan ke atas, akan di temukan beberapa gambar tiga dimensi pada tembok rumah warga (sayangnya, saya tidak sempat untuk mengeksplorasi bagian itu, jadi infonya belum bisa dimasukan dalam tulisan ini). Jika turun ke bawah akan menuju ke lapangan yang menjadi spot ke-7 dari penjelasan saya.

Para pengunjung sering terlihat berfoto di spot tangga warna-warni ini saat sudah kelelahan untuk berjalan ke atas. Teras-teras rumah warga menjadi tempat duduk santai para pengunjung. Jika anda mencari toilet umum, salah satunya terdapat di ujung bawah dari anak tangga ini.


Baca juga: Labirin Coban Rondo Malang - Kini Bukan Hanya Air Terjun


7. Lapangan
Ini adalah spot foto populer di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, lokasi terdapat tembok pink dan biru laut yang kece.
Banyak spot foto menarik di Kampung Wisata Jodipan (KWJ), tapi spot yang paling digemari wisatawan mungkin adalah di lapangan ini. Saat saya ke kampung warna warni pada hari Minggu, lapangan ini terlihat sangat ramai oleh pengunjung. Daya tarik utamanya adalah tembok rumah warga berwarna merah muda dan biru laut. Antrian pengunjung untuk berfoto di lokasi ini sangat banyak, meskipun di kiri kanannya ada spot menarik lainnya.

Di kanan rumah merah muda – biru laut tersebut, tampak beberapa gambar 3 dimensi berupa sayap kupu-kupu,  kapal di lautan yang terlihat seperti akan tumpah ke lantai serta macan yang terlihat seperti keluar diantara tembok rumah. Di kiri dari spot merah muda - biru laut tersebut, ada papan bertuliskan "Kampoeng Warna Warni Jodipan" dengan beberapa jejak tapak tangan warna warni.

Di ujung lapangan, ada tembok yang di cat seperti garis warna-warni dan para pedagang makanan ringan yang menjajakan dagangannya di depan tembok tersebut. Dari lapangan ini juga para pengunjung bisa melihat kampung Tridi di sebelahnya serta bisa berjalan ke tepian sungai.

8. Tepian Sungai
Tepian sungai di Kampung Warna Warni Jodipan Malang dan latar jembatan embong brantas berwarna-warni di belakangnya.
Dari lapangan tadi (spot nomor 7), pengunjung bisa berjalan ke tepian sungai, namun perlu berhati-hati karena cukup licin, apalagi setelah hujan. Dari tepian sungai ini, pengunjung bisa melihat pemandangan kampung warna-warni secara keseluruhan dari bawah, baik itu Kampung Wisata Jodipan di sebelah selatan, Kampung Tridi Kesatrian di sebelah utara, jembatan Embong Brantas di sebelah barat serta jembatan rel kereta di sebelah timur.

Di tepian sungai ini juga terdapat beberapa bangku serta meja yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk santai. Sedikit berjalan ke arah jembatan embong brantas, terdapat spot baru bertuliskan JODIPAN dari kumpulan botol minum bekas, yang juga di cat warna-warni dengan pola yang unik. Tulisan ini dipajang pada tembok pembatas sungai, yang baru akan terlihat jelas jika kita berjalan ke tepian sungai, dari atas jembatan serta dari arah Kampung Tridi.

Sungai yang cukup dalam dan deras menjadi pembatas antara Kampung Wisata Jodipan dan Kampung Tridi Kesatrian, sehingga pengunjung tidak boleh seenaknya menyeberangi sungai. Kabarnya, pemerintah maupun beberapa pihak sedang berupaya untuk membangun jembatan gantung sebagai penghubung kedua kampung warna-warni ini.

9. Dari dalam Kereta
Berfoto dari rel kereta sangat terlarang oleh karena sangat berbahaya (sudah pernah ada korban terserempet kereta disini). Akan tetapi, anda masih bisa melihat pemandangan kampung warna warni Malang ini dari dalam kereta, terutama untuk kereta tujuan Malang – Blitar atau sebaliknya.

Fasilitas di Kampung Warna Warni Malang

Fasilitas yang telah ada di objek wisata ini diantaranya tempat parkir, toilet, kios-kios kecil serta pedagang kaki lima yang menjual minuman serta makanan ringan. Untuk warung makan, terletak di diluar perkampungan warna warni, tepatnya di sekitar jalan utama.

Tiket Masuk Kampung Warna-Warni Jodipan Malang

Lokasi pembayaran tiket masuk di Kampung Warna Warni Jodipan Malang dengan harga tiket masuk Rp. 2000/orang
Kampung Wisata Jodipan (KWJ) saat ini telah memberlakukan tiket masuk dengan tarif Rp. 2000/orang. Berdasarkan yang tertulis pada tiket masuknya, uang tiket ini diperlukan untuk kepentingan perawatan, inovasi gambar, kebersihan dan lain-lain. Cukup murah kan tiket masuknya? Apalagi dengan tiket masuk tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati setiap spot menarik yang ada di dalam objek wisata ini tanpa perlu membayar lagi. Oh iya, tiket masuknya berbentuk sticker yang menarik, sehingga dapat dijadikan kenang-kenangan.

Selain tiket wisata, perlu diperhatikan biaya lainnya yang perlu dikeluarkan, terutama mengenai parkiran. Tarif parkir di sekitar KWJ seperti tarif parkir pada umumnya, yaitu Rp. 2000/sepeda motor dan Rp. 5000/mobil. Sedangkan untuk bus pariwisata, tarifnya berkisar antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000, tergantung lokasi parkirnya.

Hal-Hal yang Perlu diperhatikan Saat Jalan-Jalan ke Kampung Warna Warni Malang


Saat berwisata ke Kampung Warna Warni Malang (berlaku juga buat Kampung Tridi), terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung, diantaranya sebagai berikut:
  • Pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan baik itu dari sampah maupun hindari mengotori tembok-tembok yang menjadi daya tarik utama dari objek wisata ini;
  • Tidak naik ke atas rel kereta karena sangat berbahaya; ✋
  • Tidak menyeberangi sungai ke kampung wisata di sebelahnya karena agak dalam, licin dan berarus deras;
  • Karena lalu lintas di jembatan Embong Brantas yang cukup padat, berhati-hatilah saat sedang jalan-jalan atau sedang berfoto di jembatan tersebut. Pengunjung bisa saja terserempet kendaran yang sedang melintas jika tidak berhati-hati;
  • Jika salah satu spot yang sangat ingin anda berfoto disana namun cukup ramai, antrilah dengan sabar dan juga tetap mengingat orang lain yang juga ingin foto disitu, jadi jangan kelamaan yah foto-fotonya ๐Ÿ˜Ž 
  • Oh iya, karena ini masih di dalam area perkampungan warga, setidaknya tetap menghargai warga yang menetap disitu dengan tidak teriak-teriak sembarangan seperti orang kesurupan. Mungkin diantara warga, ada anak-anaknya yang sedang sibuk belajar menghadapi ujian atau ada yang diantaranya yang sedang terbaring sakit dan butuh ketenangan. ๐Ÿ’‚

Rute Menuju Kampung Warna Warni Malang


Kampung Warna Warni Jodipan Malang terletak di Kampung Juanda, Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Lokasinya hanya terpaut 500 meter ke arah selatan dari stasiun kota Malang. Pengunjung yang datang dari luar kota dengan kereta dan turun di stasiun kota Malang, bisa berjalan kaki, naik becak, ojek atau angkot ke arah selatan (belok kiri setelah keluar stasiun). 

Setelah melewati pom bensin di kanan jalan, terdapat perempatan di bawah rel kereta. Belok kanan disini hingga mencapai jembatan Embong Brantas. Di kiri jalan pada pangkal jembatan ini merupakan pintu masuk menuju Kampung Tridi, sedangkan pintu masuk menuju kampung warna warni Jodipan terletak di ujung jembatan.

Nah, di atas adalah rute apabila anda datang ke kota Malang dengan naik kereta. Jika anda berkendara dari kota Malang, Kabupaten Malang, kota Batu atau Surabaya, perlu diingat beberapa lokasi penting yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kampung Wisata Jodipan diantaranya Stasiun Kota Malang, Alun Alun Tugu, Alun Alun Kota serta Pasar Besar.

Untuk lebih jelasnya saya melampirkan peta rute ke Kampung Warna Warni Jodipan dari Google Map dengan rute mulai dari Jalan Ijen yang masih bisa anda rubah titik keberangkatannya dengan pilihan anda sendiri, misalnya dari Alun Alun Kota Malang, dari Terminal Arjosari atau bahkan dari Kepanjen. Untuk merubah titik keberangkatan, bisa klik pada 'more options', selanjutnya ganti kotak titik start keberangkatan dengan lokasi yang anda inginkan. Berikut ini rute menuju kampung warna warni Malang.



Angkutan Kota Menuju Kampung Warna Warni Malang


Untuk memilih angkot di Kota Malang yang rutenya menuju kampung warna-warni ini, sebaiknya memilih rute angkot yang melewati Jembatan Embong Brantas (Jl. Gatot Subroto) atau Jl. Ir. Juanda di Kelurahan Jodipan. Selain itu, paling tidak pilih angkutan kota yang melewati stasiun kota Malang, setelah itu turun berjalan kaki/naik becak (sejauh 500 meter) atau naik ke angkot lain yang ke kampung warna-warni. Berikut ini adalah Jalur Angkot Kota Malang yang dapat anda naiki:

Jalur ABG/ABH, AJG/AJH, AMG/AMH dan MT
Lewat jembatan Embong Brantas (Jalan Gatot Subroto) atau Jl. IR Juanda, bisa langsung turun di lokasi.

Jalur ADL, AL dan MM
Turun di stasiun Kota Malang, perlu berjalan kaki atau naik becak sejauh 500 meter ke kampung wisata Jodipan, juga bisa naik angkot lagi jalur ABG/ABH atau AJG/AJH.


Hotel atau Penginapan dekat Kampung Warna Warni Malang


Jika anda mencari hotel atau penginapan dekat kampung warna warni Malang, saya menyertakan informasi hotel terdekat dengan urutan berdasarkan jarak. Jika anda kebetulan sedang menginap di hotel atau penginapan di bawah ini dan belum mengetahui mengenai Kampung Warna Warni di dekatnya, anda mungkin bisa sekalian untuk jalan-jalan ke Kampung Wisata Jodipan atau mungkin juga ke Kampung Tridi Kesatrian. Berikut ini daftarnya:
  • Hotel Ollino Garden (***): ±350 meter
  • Hotel Margosuko (*): ±400 meter
  • Hotel Tosari (*): ±450 meter
  • Lily Guest House (*): ±600 meter
  • Hotel Aloha (*): ±650 meter
  • Losmen Megah MS: ±650 meter
  • Hotel Malang(*): ±700 meter
  • MADOR Malang Dorm Hostel: ±700 meter
  • Hotel Santosa(*): ±750 meter)

Jalan-Jalan Ke Kampung Warna-Warni Jodipan Malang


Foto saya sendiri, Ninno Emanuel, penulis nnoart di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Sudah beberapa bulan lamanya Kampung Juanda di Jodipan ini menjadi berwarna-warni seperti sekarang. Hanya saja karena waktunya belum tepat, saya belum punya kesempatan untuk datang objek wisata teranyar kota Malang ini pada awal mula kampung ini jadi terkenal.

Saat pertama kali terkenal di sosial media, kalau tidak salah medio Agustus 2016 hingga diresmikan pada awal September 2016 saya hanya melihat foto-foto di Kampung Warna Warni melalui berbagai sosial media. Sedikitnya waktu luang selama beberapa bulan tersebut membuat saya mengurung niat untuk eksplorasi objek wisata ini. Hingga akhirnya pada hari minggu, 4 Desember 2016, oleh karena ada keinginan jalan-jalan dari Fitroh dan Ellen ke objek wisata ini, akhirnya saya menyempatkan waktu untuk jalan-jalan kesana.

Baca juga: Splendid Malang - Wisata Unik di Pasar Bunga, Burung dan Ikan Hias

Setelah mendapatkan 1 sepeda motor dari seorang teman, saya dan Fitroh menjemput Ellen di daerah Dinoyo, setelah itu barulah rutenya ke kampung warna-warni. Cuaca yang mendung saat itu membuat kami bisa dengan santai mengendarai motor tanpa perlu mengenakan jaket sebagai penahan panas. Tapi, oleh karena cuaca yang mendung tersebut, saya sedikit malas untuk memotret pemandangan. Kampung Warna-Warni akan terlihat lebih semarak warnanya saat cuaca lagi cerah. Namun kalau lagi mendung, entah kenapa warna dari bangunan-bangunan tersebut seakan ikut-ikutan mendung. ๐Ÿ˜“

Ninno dan Fitroh saat di salah satu spot foto keren di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Kami berangkat cukup pagi, sekitar pukul 9, saat itu jalan Ijen masih di tutup karena ada kegiatan Car Free Day. Oleh karena itu terpaksa ikut jalan memutar lewat jalan Kawi, belok ke Stadion Gajayana, terus ke Alun Alun Tugu Kota Malang, melewati stasiun dan akhirnya tiba di Jembatan Embong Brantas yang saat itu cukup macet, apalagi ditambah banyaknya pejalan kaki yang melintasi jembatan tersebut untuk menikmati pemandangan kampung warna warni. Singkat cerita, kami memarkirkan kendaraan di salah satu ruko di tepi jalan Gatot Subroto.

Dari lokasi parkir ini, kami masih berjalan santai ke arah jembatan untuk ikut-ikutan melihat serta foto-foto disitu yang latarnya sangat menarik. Tampak dari jembatan ini rumah-rumah berwarna-warni di memenuhi lereng tepian sungai. Kampung Tridi yang terletak di sebelah kiri (utara) sungai terlihat jauh lebih banyak rumahnya dibandingkan rumah-rumah di Kampung Wisata Jodipan yang terletak di sebelah kanan (selatan) sungai. 

Dari atas jembatan embong brantas juga nampak rel kereta yang pilarnya sudah dicat warna-warni di kejauhan. Terlihat juga ada kereta yang sedang berjalan mundur di atasnya. Saya mengira masinis kereta sengaja seperti itu untuk memberikan layanan kepada penumpangnya agar dapat melihat pemandangan kampung warna warni lebih lama. Seperti yang dilakukan beberapa maskapai penerbangan yang melintasi Danau Kelimutu di pulau Flores, dimana pilot sengaja bermanuver di atas Danau Kelimutu untuk memberikan penumpangnya melihat Danau Kelimutu dengan jelas dari atas pesawat. Tapi ternyata, karena ada kereta lainnya dari arah berlawanan, makanya kereta yang satu harus mundur kembali ke stasiun kota Malang untuk memberikan jalan (entah apa istilahnya). Sudahlah, OOTnya berlebihan, kembali ke topik. Wkwkwk ๐Ÿ˜

Kampung Warna Warni Jodipan Malang juga punya gambar 3 dimensi loh, bukan hanya di Kampung Tridi yang punya.Setelah puas foto-foto di jembatan, perjalanan dilanjutkan dengan masuk melalui Gang IA dimana terdapat 3 orang ibu-ibu yang sedang bertugas menjual tiket masuk Rp. 2000/orang. Setelah membayar Rp. 6000 untuk 3 orang, kamipun mendapatkan tiketnya dan sudah berhak untuk masuk. Tiket ini berbentuk sticker dengan gambar pemandangan kampung warna-warni serta gambar-gambar lainnya yang membuat tiket sticker tersebut menjadi lebih menarik. Bisa ditempel di tempat tertentu sekaligus buat promosi objek wisata ini.

Setelah membayar, kamipun mulai berjalan turun dan mulai mengeksplorasi setiap bagian yang ada di Kampung Wisata Jodipan. Detail spot-spot yang kami singgahi seperti yang sudah ditulis diatas mengenai Spot-Spot Menarik di Kampung Warna Warni Malang. Mulai spot warna-warni di bawah jembatan (yang cukup ramai dan saling berebut mengambil posisi untuk difoto), duduk santai di bawah payung warna-warni, foto dengan latar 9 topi petani warna-warni dan gambar 3 dimensi T-Rex. Dilanjutkan dengan foto-foto di pagar besi dengan latar kampung Tridi, turun ke lapangan melewati sebuah anak tangga sempit.

Saat tiba di lapangan tepi sungai, rupanya pengunjung sangat membludak. Nampak para pengunjung tersebut berlomba-lomba untuk foto di tembok warna merah muda dan biru langit. Antrian pengunjung untuk foto-foto di gambar-gambar 3 dimensi di sebelahnya berupa macan, kapal jatuh serta sayap kupu-kupu hanya 1-2 kelompok pengunjung. 

Kampung Warna Warni Malang juga punya spot kece berupa jejak telapak tangan warna-warni.Karena antrian yang sangat panjang di tembok pink-biru langit tersebut, kamipun hanya sempat untuk foto di tembok warna pink yang masih ada sedikit ruang, papan telapak tangan, sayap kupu-kupu dan perahu jatuh. Setelah itu saya ke tepian sungai untuk mengambil beberapa gambar yang menarik. Di seberang sungai (Kampung Tridi), nampak beberapa pengunjung juga sedang sibuk untuk foto-foto dengan latar yang bervariasi.

Setelah puas duduk nongkrong di area lapangan, kamipun berjalan ke atas melewati jalanan tangga yang curam, yang tentunya cukup menguras tenaga sampai membuat kehausan. Untungnya banyak kios serta pedagang kaki lima yang menjual minuman dingin, jadinya rasa haus tersebut bisa langsung hilang. 

Masih ada beberapa area di Kampung Wisata Jodipan ini yang tidak sempat kami eksplorasi, terutama di bagian timur perkampungan. Kabarnya sih di area itu ada beberapa gambar 3 dimensi yang mungkin cukup menarik. 

Setelah berisitirahat beberapa menit di bangku yang tersedia sembari ngobrol dan menikmati pemandangan, kamipun memutuskan untuk segera ke kampung Tridi di sebelah, sebelum keburu hujan. Sepeda motor tetap di parkir di tempat semula, kami melanjutkan ke Kampung Tridi dengan berjalan kaki melintasi jembatan.Ulasan selengkapnya mengenai Kampung Tridi Malang akan di-publish setelah ulasan ini.Untuk foto-foto lainnya di Kampung Warna Warni Jodipan - Malang bisa dilihat di bawah ini.

Koleksi Foto nnoart di Kampung Warna Warni Jodipan - Malang

Ini adalah pemandangan kampung warna warni Jodipan dan Kampung Tridi di Kota Malang dilihat dari atas jembatan.
Kampung Tridi Kesatrian dan Kampung Warna Warni Jodipan - Malang

Jembatan Embong Brantas juga di cat warna-warni di Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Malang
Jembatan Embong Brantas yang di-cat warna-warni

Gambar T-Rex 3 Dimensi di Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang.
Gambar T-Rex 3 Dimensi

Salah satu spot melihat pemandangan di Kampung Warna Warni Jodipan Malang yang saya sebut 'pagar reggae'
Melihat pemandangan Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi dari pagar reggae

Ini adalah jalan dan tangga yang juga di cat warna-warni di dalam Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Jalan dan Tangga Warna Warni di Jodipan

Salah satu spot instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Spot Instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang

Ini adalah spot instagrammable yang populer di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Spot instagrammable populer di Kampung Warna Warni Jodipan Malang

Keterangan foto:
Lokasi: Kampung Wisata Jodipan (KWJ), Kel. Jodipan, Kec. Blimbing, Kota Malang
Waktu: Minggu, 4 Desember 2016


SHARE TULISAN INI:


1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete