. . .

Tuesday, July 19, 2016

Omah Kayu Batu Malang - Penginapan Unik di Atas Pohon



Foto nnoart Omah Kayu Batu Malang Paralayang tempat wisata unik serta penginapan.

Omah Kayu Batu Malang – Sebagian besar pembaca yang tinggal di wilayah Malang Raya (Malang dan Batu) tentunya sudah banyak yang mengetahui mengenai objek wisata Paralayang Gunung Banyak atau terkadang disebut juga bukit bintang, tempat dimana kita dapat melihat kota Batu dan Malang dari atas gunung serta dapat merasakan sensasi berparalayang di atas kota Batu. Namun saat ini bukan hanya paralayang saja yang menjadi atraksi utama di wana wisata Gunung Banyak Batu Malang tersebut, ada sebuah penginapan unik yang juga menjadi spot foto menarik bagi para wisatawan, yaitu di Omah Kayu yang telah dibuka sejak tahun 2014 lalu.

Omah Kayu Batu yang memiliki taglineNot Just Tree House’ ini juga berada di dalam objek wisata Gunung Banyak dan bersebelahan dengan wisata paralayang. Omah Kayu memiliki konsep rumah dengan bahan kayu yang kuat dan kualitas bagus (kayu eukaliptus, pinus serta kasuarina) yang didirikan di atas pohon pinus pada lereng bukit. Pemandangan indah dari masing-masing ruangan di Omah Kayu inilah yang menjadi daya tarik utama para tamu untuk menginap atau para wisatawan yang datang hanya untuk sekedar foto-foto.

Dalam ulasan tentang Omah Kayu dalam blog nnoart ini, beberapa topik pembahasan diantaranya mengenai apa saja yang ditawarkan sebagai tempat penginapan, mengenai spot-spot foto menarik di area wisata Omah Kayu, alamat (lokasi), rute menuju Omah Kayu, harga tiket masuk, harga sewa penginapan, bagaimana cara untuk reservasi (booking), fasilitas yang tersedia serta tidak lupa pengalaman penulis mengunjungi Omah Kayu serta koleksi foto-foto selama berada di objek wisata Omah Kayu Batu - Malang ini.

Omah Kayu – Not Just Tree House

Foto Omah Kayu - Not Just Tree House oleh nnoart di Batu Malang.
Sesuai dengan nama dan tagline-nya Omah Kayu ‘Not Just Tree House’, Omah Kayu bukan hanya sekedar sebuah rumah (Omah) yang terbuat dari kayu, akan tetapi ada hal lainnya yang membuatnya bukan hanya sekedar rumah kayu.

Lokasi, tata letak dan bahan untuk membangun Omah Kayu ini bisa dibilang sebagai daya tarik utama dari Omah Kayu. Lokasinya yang berada di lereng bukit dan terletak diantara pepohonan membuatnya terlihat cukup unik. Ditambah lagi bahan kayu yang digunakan untuk membangun Omah Kayu ini selalu berhasil membuat para pengunjung untuk berfoto dengan latar objek wisata pemandangan alam favorit di Kota Batu ini.

Mulai dari pintu masuk Omah Kayu hingga ke masing-masing rumah atau kamar yang ada, pengunjung akan melewati jalan menuruni bukit yang cukup curam. Sepanjang jalan turun tersebut akan ada bangku pendek (dingklik) dari kayu yang bisa pengunjung duduki sambil menikmati keindahan pemandangan lembah, sawah dan bangunan-bangunan di kota Batu dari ketinggian.

Pemandangan yang terlihat dari Omah Kayu ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu daya tarik utamanya. Seperti di paralayang, Omah Kayu juga menghadap ke arah yang sama, yaitu pengunjung dapat melihat kota Batu dari atas gunung Banyak. Jika malam hari dan langit sedang cerah, maka kerlap-kerlip lampu kota Batu akan terlihat sangat indah dari Omah Kayu. Oh iya, untuk pengunjung biasa (non tamu), waktu di Omah Kayu terbatas hanya sampai pukul 5 sore. Jika menginap, bisa berada di area Omah Kayu selama waktu menginap.

Foto Omah Kayu Batu Malang dengan pengunjung yang sedang berada di atasnya.Terdapat 6 unit bangunan utama yang disewakan kepada pengunjung. Bangunan ini dibangun diatas pohon pinus yang kuat. Kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan inipun dari kayu-kayu yang kuat serta berkualitas baik seperti kasuarina, eukaliptus serta pinus. Atap dari masing-masing bangunan menggunakan sejenis ijuk.

Dengan dimensi 3 m x 2 m x 2 m, yang tentunya cukup nyaman untuk ditempati bersama oleh 2 hingga 3 orang. Walaupun terbuat dari kayu, namun benar-benar tertutup rapat, tidak banyak angin yang bisa masuk ke dalam kamar. Pengunjung tidak akan terlalu terasa dingin walaupun udara diluar sangat dingin di malam hari.

Interior di dalam kamar diantaranya berupa 1 unit tempat tidur, bantal, selimut serta perlengkapan makan minum. Sedangkan untuk kamar mandinya sejumlah 2 unit namun berada di luar, tamu harus keluar dari kamar dan berjalan keluar untuk mencapai kamar mandi. Oleh karena udaranya yang sangat dingin, tersedia air hangat untuk mandi.


Spot Foto Menarik di Omah Kayu

Foto salah satu spot foto menarik di Omah Kayu Malang.
Bagi anda yang ke objek wisata Omah Kayu ini bukan untuk menginap, melainkan hanya sekedar jalan-jalan atau untuk foto-foto, ada beberapa spot foto menarik yang tidak boleh dilewatkan saat sedang berada disana.

Spot pertama adalah 6 kabin yang bisa pengunjung sewa tersebut. Pintu untuk setiap kamarnya biasanya terkunci, kecuali jika pengunjung sedang menginap di sini. Walaupun pintu kamarnya terkunci, pengunjung bisa duduk santai di balkon kabinnya dan berfoto disitu dengan latar yang bervariasi mulai dari hutan pinus, kota Batu dari atas gunung, kabin yang unik itu atau sambil menunggu ada yang sedang berparalayang diatas langit sekitar untuk dijadikan latar foto yang keren.

Disini menggunakan sistem antrian, karena biasanya pengunjung yang datang cukup banyak tapi jumlah rumahnya terbatas. Oh iya, setiap rumah memiliki daya tampung maksimalnya (ada papan petunjuknya), mulai dari 3 hingga 6 orang tergantung besar rumahnya. Jadi perlu diperhatikan agar tidak melebihi kapasitas agar rumahnya tidak roboh atau papan terasnya tidak sampai patah/bolong.

A photo posted by nnoart (@nnoart) on

Spot foto kedua merupakan sebuah rumah berbentuk segitiga dengan pintu di tengah-tengahnya. Rumah dengan model ini hanya ada 1 di dalam kawasan wisata ini (sejauh pengamatan saya). Jika dari atas pintu masuk Omah Kayu yang terletak di sebelah barat, maka rumah berbentuk segitiga ini terletak di ujung bawah sebelah timur.

Omah Kayu lainnya merupakan Omah Kayu yang jauh lebih besar dibandingkan 6 Omah Kayu utama dan 1 Omah Kayu bentuk segitiga yang terletak di lereng bukit. Lokasinya juga terpisah sendiri dari 7 unit bangunan di lereng bukit itu. Tepat di jalan setapak menuju Omah Kayu, sebelah kanan merupakan jalan setapak menuruni bukit dan sebelah kirinya adalah jalan yang lebih lebar dan menanjak. Omah Kayu yang baru dan besar itu dapat anda temukan dengan memilih jalan sebelah kiri.

A photo posted by nnoart (@nnoart) on

Spot foto lainnya terdapat juga di lereng bukit, yaitu berupa papan kayu berukuran persegi kurang lebih 1,5 x 1,5 meter yang bisa dinaiki oleh 2 orang dan berfoto diatas itu dengan latar yang keren.

Baca juga: Wisata Paralayang Gunung Banyak Batu yang Menakjubkan

Spot foto yang tidak boleh dilewatkan juga tentu saja ada di lokasi paralayang yang terletak di luar pintu masuk Omah Kayu. Tentunya sudah banyak yang mengetahui mengenai spot foto yang ini, jika belum, dapat dibaca pada link diatas. Untuk foto di paralayang bisa dilakukan sebelum atau setelah dari Omah Kayu, agar tidak membayar dua kali untuk keluar masuk Omah Kayu.

Alamat Omah Kayu Batu – Malang


Alamat atau lokasi dari Omah Kayu yaitu berada di dalam Wana Wisata Gunung Banyak yang terletak di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kelurahan Songgokerto merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Rute Menuju Omah Kayu Batu – Malang

Rute menuju Omah Kayu Malang akan dibahas menurut asal keberangkatannya. Rute pertama jika berangkatnya dari kota Malang atau kota Batu. Rute kedua, jika keberangkatannya dari arah kota Kediri/Pare, Ngantang serta Pujon.

Rute I: Kota Malang/Kota Batu – Omah Kayu
Jika keberangkatannya dari kota Malang, maka cukup saja melakukan perjalanan ke arah kota Batu. Dari kota Batu lanjutkan perjalanan ke arah gedung Balaikota Batu yang baru. Tiba di pertigaan Songgoriti dan Payung bisa memilih untuk lewat kiri atau kanan.

Lewat kanan (Songgoriti) hanya dikhususkan untuk sepeda motor saja, karena mobil dilarang lewat jalan ini. Sepeda motor yang lewat jalur ini juga diusahakan adalah yang kuat untuk melewati tanjakan lurus panjang. Ikuti terus jalan ini hingga sampai diatas dan berhenti tepat 50 meter sebelum pertigaan Pujon - Payung (lurus ke Pujon, belok kiri ke Coban Rondo/Payung).

Jika di pertigaan Songgoriti dan Payung tadi anda lewat sebelah kiri (lewat Payung), maka teruskan perjalanan hingga pertigaan Coban Rondo, dari situ teruslah berkendara hingga pertigaan Pujon (belok kiri) dan Songgoriti (belok kanan). Belok kanan dan berkendara pelan kurang lebih 50 meter, lewati 1 gang di sebelah kiri. Berhenti tepat di gang kedua di sebelah kiri jalan.

Gang itu merupakan titik pertemuan untuk setiap rute baik itu melalui Songgoriti maupun Payung, serta dari arah yang lain (Kediri, Pare, Ngantang, Pujon dsb). Mulai dari gang ini dan seterusnya di dalam akan banyak ditemukan papan petunjuk jalan menuju Omah Kayu atau Paralayang yang terletak di lokasi yang sama.

Perjalanan akan melalui jalanan sempit serta berlubang dimana-mana. Namun jangan khawatir karena mobil dapat melewati jalur itu hingga di parkiran Wana Wisata Gunung Banyak.

Mulai dari depan gang itu, teruslah hingga mentok di pertigaan (kiri dan kanan), belok kanan ke arah SMPN 1 Pujon. Terus hingga ketemu pertigaan (kiri dan lurus), beloklah ke kiri. Setelah itu di depan belok kanan dan terus lurus meskipun ketemu beberapa persimpangan di depan.

Lanjutkan perjalanan hingga tiba di tikungan “U” yang terdapat 2 jalur di ujungnya. Kiri merupakan jalan aspal dan kanan merupakan jalan beton menanjak. Lewati jalan beton menanjak itu dan terus hingga akhirnya tiba di loket masuk Wana Wisata Gunung Banyak.

Rute II: Kediri/Pare/Kasembon/Ngantang – Omah Kayu
Jika dari arah Kediri atau Ngantang, maka hanya perlu melakukan perjalanan ke arah kota Batu. Setelah tiba di jalan besar Pasar Pujon atau depan Koperasi Susu Sae Pujon (Kab. Malang), maka jarak tempuh perjalanan kurang lebih 2 hingga 2,5 km menuju pertigaan Songgoriti (lurus) dan Payung (kanan). Lurus disitu lewati satu gang dan belok kiri di gang kedua. Mulai dari sini jalur yang dilewati sama dengan yang telah dijabarkan di rute Malang – Omah Kayu di atas.

Tiket Masuk Omah Kayu Batu – Malang

Untuk masuk ke kawasan Omah Kayu , ada 2 tiket yang harus dibayar, yaitu tiket masuk Wana Wisata Gunung Banyak Rp. 5000/orang, dimana dengan tiket ini akses pengunjung hanya sampai di objek wisata paralayang serta bisa berjalan-jalan ke Omah Kayu besar yang baru dibangun. Sedangkan untuk masuk ke Omah Kayu di lereng bukit yang merupakan tempat menginap serta spot foto utama perlu membayar lagi tiket masuk Rp. 5000/orang.

Harga Sewa Omah Kayu Batu – Malang

Harga sewa untuk menginap di Omah Kayu bervariasi yaitu Rp. 350.000/kabin/malam untuk hari biasa serta Rp. 450.000/kabin/malam saat hari libur. Dengan membayar sejumlah uang tersebut, kabin yang ditempati oleh tamu akan diberikan pembatas agar pengunjung yang datang hanya untuk jalan-jalan atau berfoto-foto tidak masuk sampai ke area kabin yang sudah disewa.

Reservasi Omah Kayu Batu – Malang

Agar dapat mereservasi (booking) salah satu kabin di Omah Kayu Batu – Malang ini perlu diupayakan untuk booking jauh-jauh hari sebelumnya, paling tidak 1 minggu sebelumnya. Dari hasil penelusuran di Google, berikut ini nnoart.com temukan informasi kontak yang dapat dihubungi untuk membantu anda reservasi Omah Kayu Batu:
  • Mas Nanang: 081931843858 (bisa juga dihubungi untuk paralayang);
  • Anom Harya: Whatsapp/Line di 085746611240 atau Telepon di 085288776565;
  • Wawan S: No. Hp:  081232256186/085749587658; pin BB: 5AA62994

Fasilitas

Fasilitas yang disediakan di Omah Kayu ini diantaranya 6 kabin yang unik dengan pemandangan spektakuler yang di dalamnya terdapat tempat tidur, bantal, selimut serta perlengkapan makan serta 2 unit kamar mandi luar. Di sekitar Omah Kayu banyak terdapat dingklik (bangku kecil) dari kayu serta tempat perapian. Pengunjung juga bisa membawa hammock dan menggantungnya di beberapa tempat yang memungkinkan.

Fasilitas parkir yang cukup untuk menampung sepeda motor dan mobil maupun warung-warung makan yang berada di dekat wisata paralayang (diluar area Omah Kayu) menjadi pelengkap objek wisata ini.

Baca juga: Batu Night Spectacular (BNS) Batu Malang - Pesona Batu di Malam Hari

Jalan-Jalan ke Omah Kayu

Ninno Emanuel di Omah Kayu Batu Malang.
Omah Kayu terletak di kota Batu dan sangat dekat dari tempat tinggal saya di kota Malang. Tiket masuk ke dalam juga tergolong murah jika dibandingkan dengan objek wisata lainnya di kota Batu seperti Selecta, Jatim Park maupun Museum Angkut. Itulah sebabnya kunjungan saya ke Omah Kayu ini sudah cukup sering, yaitu sebanyak 4 kali, baik itu dengan pacar, keluarga, teman kuliah dan kenalan lainnya.

Kunjungan pertama pada bulan Maret 2015 bersama pacar saya, Fitroh. Oleh karena seringnya Omah Kayu menjadi latar foto teman-teman di sosial media, membuat kami penasaran untuk ke sana. Kesan pertama terhadap Omah Kayu waktu itu keren dan unik baik itu bangunannya maupun lokasinya yang apik. Kami hanya sekedar menghabiskan waktu mulai dari lokasi paralayang, turun ke Omah Kayu terus kembali lagi ke paralayang.

Kunjungan kedua pada bulan September 2015, bersama keluarga saya yang datang ke Malang pada waktu itu. Bapak, Mama, kakak kedua saya Lili dan anak ketiganya, Kayloro. Ditambah lagi dengan teman saya yang mengendarai mobil, Akon, serta keponakan saya Mince dan tidak ketinggalan, Fitroh juga ikut serta.

Ninno Emanuel di Omah Kayu Batu Malang pada malam hari.
Perjalanan ke Omah Kayu waktu itu sedikit terlambat, berangkat dari kota Malang mulai pukul 4, masih singgah sebentar untuk makan di Rame-Rame dan tiba di Omah Kayu 16:30, sudah hampir gelap waktu itu. Oleh karena waktu yang terbatas, jadi kami buru-buru ke Omah Kayu sebelum ditutup. Hingga pukul 5 lewat dan langit mulai gelap, kami masih foto-foto di Omah Kayu dengan latar kota Batu yang mulai terlihat kerlap-kerlip lampu malamnya.

Kurang lebih 30 menit di Omah Kayu, pengelola/penjaganya menghampiri kami untuk memberitahu bahwa Omah Kayu akan ditutup bagi pengunjung yang tidak menginap. Waktu yang tersisa kami habiskan bersama melihat terang benderang kota Batu dari lokasi paralayang atau yang biasa disebut juga bukit bintang, sambil minum kopi dan teh hangat yang banyak dijajakan disitu.

Saat pulang dari Omah Kayu, kami sekeluarga masih sempat mengunjungi Batu Night Spectacular (BNS) yang terkenal dengan berbagai macam wahana permainannya.

Kunjungan ketiga pada 29 April 2016, berawal dari obrolan singkat di grup line teman-teman seangkatan zaman kuliah dulu. Masih banyak yang stay di kota Malang setelah wisuda, jadi masih banyak yang bisa diajak jalan-jalan sekitar area Malang Raya.

Bersama keluarga di Omah Kayu Batu Malang pada malam hari.Waktu itu yang ikut jalan-jalan ke Omah Kayu ada 6 orang diantaranya saya sendiri, Dimas, Ones, Wulan, Arie dan Edo. Perjalanan lancar seperti biasanya, walaupun pada tanjakan terakhir sebelum tiba di parkiran Wana Wisata Gunung Banyak, motor saya tidak punya tenaga yang cukup untuk menanjak sehingga Dimas terpaksa harus turun dan berjalan kaki sendirian hingga parkiran (ampun Dimas... hahaa).

Karena cukup banyak pengunjung serta antrian yang cukup lama saat itu, kami tidak terlalu banyak berkeliling, tapi hanya terpaku dengan 1-2 kabin yang sekiranya tidak terlalu panjang antriannya. Selama menanti banyak celotehan-celotehan lucu yang keluar dari mulut teman-teman menambah keseruan selama berada disana. Dan tidak disangka-sangka salah satu diantara kami takut ketinggian, tapi katanya sih bukan murni takut ketinggian, hanya sekedar sungkan saja. LOL

Tepat jam 5 sore kami kembali ke atas, saya dan Arie berjalan ke arah rumah besar yang agak jauh disana sekedar untuk dokumentasi, sedangkan 4 yang lainnya menunggu di berfoto-foto di Paralayang. Setelah berkumpul kembali, sempat menghabiskan waktu untuk ngopi dan merekam sebuah video dokumentasi sebelum akhirnya pulang dan singgah sebentar di Alun-Alun kota Batu.


Kunjungan terakhir ke Omah Kayu bersama 2 adik Fitroh yang datang ke Malang untuk kuliah (Ainal dan Ellen). Di kunjungan terakhir inilah baru saya menyadari keberadaan kabin berbentuk segitiga serta beberapa papan di atas pohon yang terhubung dengan tangga.

Selengkapnya dokumentasi foto-foto selama di Omah Kayu dapat dilihat pada koleksi foto nnoart di bawah ini.

Koleksi Foto nnoart di Omah Kayu Batu - Malang

Rumah besar di tempat wisata Omah Kayu Batu Malang yang tidak boleh anda lewatkan.

Foto Omah Kayu dengan pemandangan kota Batu di bawahnya yang mempesona.

Foto seorang pengunjung sedang berdiri di teras Omah Kayu Batu Malang.

Foto dan gambar seorang pengunjung di teras Omah Kayu Batu Malang.



SHARE TULISAN INI:


5 comments: