. . .

Saturday, January 23, 2016

Cristo Rei, Destinasi Wisata Terpopuler di Timor Leste



Banyak orang yang bilang bahwa kita belum pernah ke Timor Leste jika belum pernah mengunjungi Cristo Rei (Kristus Raja), tempat wisata rohani dekat kota Dili dengan patung setinggi 27 meter dengan wujud Yesus berdiri di atas bola bumi menjadi objek utamanya. Ungkapan tersebut banyak diyakini oleh para wisatawan yang mengunjungi Timor Leste, sehingga hampir sebagian besar orang yang pernah berwisata ke sana tidak luput untuk mengunjungi patung Cristo Rei atau sekedar berfoto dengan background-nya dihiasi oleh patung tersebut dari kejauhan.

Judul yang saya pilih untuk ulasan ini tidak datang begitu saja, namun berdasarkan riset melalui Google Keyword Planner. Kata kunci Cristo Rei Timor Leste adalah yang paling banyak dicari orang di google dibandingkan destinasi wisata lainnya di Timor Leste seperti Areia Branca beach (baca ulasannya), Dolok-Oan beach, One Dollar beach, Pantai Kelapa, Tasi Tolu, patung Joao Paolo, Pousada Maubisse, kota tua Baucau, Pulau Jaco, gunung Ramelau dan lain sebagainya.

Meskipun Cristo Rei merupakan suatu tempat suci di Timor Leste dimana masyarakat setempat sering menjadikan area ini sebagai area peribadatan pada hari-hari tertentu, namun oleh karena ukuran dari patung ini, pemandangan laut dan gunung yang sangat indah dari atas bukit serta adanya pantai berpasir putih tidak jauh dari situ, membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sejarah Singkat Patung Cristo Rei di Timor Leste

Patung Cristo Rei di Timor Leste dibangun saat negara ini masih menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan nama Timor Timur. Patung Cristo Rei didesain oleh Mochamad Syailillar yang juga lebih dikenal sebagai Bolil. Pembuatan patung dikerjakan di Sukaraja, kota Bandung, yang memakan waktu hampir satu tahun. Patung ini diresmikan oleh presiden Soeharto pada 15 Oktober 1996 sebagai hadiah dari pemerintah Indonesia kepada masyarakat Timor Timur.

Pada waktu itu, patung Kristus Raja di Timor Timur merupakan patung Yesus  tertinggi kedua di dunia (27 meter) setelah patung Kristus Raja di Rio de Janeiro (38 meter), namun saat ini sudah ada beberapa patung Yesus lainnya yang lebih tinggi lagi, diantaranya patung Yesus di Polandia (50,9 meter), patung Yesus di Tana Toraja yang sedang dalam pembangunan (40 meter) dan patung Yesus di Manado (30 meter). Tinggi patung Kristus Raja di Timor Leste tersebut sebagai lambang bahwa Timor Timur adalah provinsi ke 27 Republik Indonesia pada waktu itu.

Lokasi dari patung Cristo Rei ini berada di bukit Fatukama yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Nama Fatukama diberikan oleh seorang raja bernama Joao bersama dengan pemimpin adat Hera. Fatukama berasal dari kata dalam bahasa tetun (bahasa utama masyarakat Timor Leste) yaitu fatuk (batu) dan aman (bapak), yang ingin menunjukkan bahwa nama dari tempat itu berarti seorang ayah yang memeluk semua orang.

Daya Tarik Wisata

Dengan melihat nama dari tempat ini sudah dapat diketahui bahwa apa yang menjadi daya tarik utama di tempat ini. Patung Yesus yang menjulang tinggi dan bola bumi dibawahnya serta lokasinya berada di tempat yang tinggi menjadi daya tarik utama di kawasan wisata yang selalu ramai tiap hari libur ini.

Dan juga, seperti sudah dikatakan sebelumnya, kawasan Cristo Rei merupakan suatu area yang menjadi salah satu tempat kudus di Timor Leste, dimana masyarakat setempat sering datang berkunjung untuk berdoa dan mengadakan upacara keagamaan umat katolik (agama mayoritas di Timor Leste). Salah satu kegiatan agama katolik di area ini seperti jalan salib yang biasanya diadakan pada hari-hari sebelum paskah. Kegiatan keagamaan ini memiliki daya tarik sendiri bagi para wisatawan yang menyukai wisata rohani.

Dan tentu saja, selain sebagai wisata rohani, tempat wisata Cristo Rei di Timor Leste ini juga menawarkan pemandangan yang sangat indah. Lautan biru, kota Dili, kapal-kapal di lautan, perbukitan serta pantai-pantai berpasir putih disekitarnya menjadikan pemandangan yang terlihat sangat spektakuler. Itulah sebabnya, meskipun tempat wisata ini merupakan kawasan rohani, namun umat agama lainnya juga sering datang kesini hanya untuk menikmati indahnya pemandangan sambil menghirup udara segar. Sehingga tidak heran apabil saat akhir pekan serta hari libur, tempat ini, beserta pantai didekatnya menjadi favorit utama bagi wisatawan untuk mengunjunginya.

Pengunjung selain datang untuk berwisata atau rekreasi, juga untuk berolahraga. Jogging pagi maupun sore di halaman utama serta menaiki setiap anak tangga menuju puncak adalah salah satu aktivitas olahraga favorit masyarakat setempat maupun turis.

Perjalanan Menuju Cristo Rei

Secara geografis, kawasan Cristo Rei terletak di bukit Fatukama, kurang lebih 5 hingga 6 kilometer ke sebelah timur dari pusat kota Dili, ibukota negara Timor Leste. Apabila berkendara, maka dapat memakan waktu perjalanan kurang lebih 15 menit.

Perjalanan menuju Cristo Rei merupakan perjalanan yang cukup menarik, terutama bagi mereka yang tidak pernah ke tempat wisata itu sebelumnya. Sepanjang perjalanan terutama mulai dari Lecidere hingga Areia Branca, akan terlihat pemandangan pantai dan bukit di kiri-kanan, bangunan-bangunan yang unik, restoran tepi pantai, bar dan diskotik, serta rumah-rumah penduduk setempat. Pada tempat tertentu, jalanan berada tepat diantara laut dan bukit, sehingga terkadang kendaraan yang dikendarai/ditumpangi bisa terkena cipratan ombak dari samping.

Jika anda mengendari kendaraan sendiri tanpa ditemani orang yang mengetahui jalannya serta tidak memiliki GPS, akan sulit menemukan petunjuk jalan menuju Cristo Rei, namun anda bisa melihat patung itu dari kejauhan jika berada dekat pantai, sehingga bisa menjadikannya sebagai patokan perjalanan anda (jika berkendara sendiri). Atau bisa juga dengan mengikuti terus jalan utama yang berada di tepian pantai kota Dili, hingga anda akhirnya akan tiba di tempat tujuan.

Selangkah demi Selangkah Menuju Patung Cristo Rei

Saat memasuki area Cristo Rei, pertama-tama yang akan terlihat adalah halaman utama yang sangat luas, yang biasanya dimanfaatkan untuk perhelatan besar keagamaan. Selain itu, halaman ini juga bisa digunakan sebagai tempat parkir, tempat untuk berjalan-jalan serta jogging dan terkadang juga bisa digunakan sebagai tempat untuk sekedar duduk-duduk menikmati udara tepi pantai. Ada jalur pedestrian berupa trotoar serta beberapa gazebo yang biasanya dijadikan tempat duduk santai. Di tengah-tengah ada sejenis panggung lingkaran dengan tempat duduk dipinggirannya mengelilingi setengah dari lingkaran tersebut. Jika mencari toilet, maka di dekat halaman inilah tempatnya.

Setelah berjalan melewati halaman, tepatnya di sisi sebelah selatan halaman, ada jalan tangga yang akan menuntun pengunjung hingga mencapai puncak bukit dimana patung Cristo Rei berada. Di sepanjang jalan beranak tangga itu, akan ditemukan 14 stasi (titik pemberhentian yang masing-masingnya menceritakan perjalanan Yesus Kristus) hingga pada akhirnya mencapai patung Cristo Rei.

Pada stasi ke-14, halamannya cukup luas serta pada beberapa titik tidak terhalang oleh pepohonan. Sehingga dari titik ini juga kita sudah bisa melihat pemandangan lautan biru yang sangat menakjubkan. Pada titik pemberhentian ke-14 ini, terdapat 2 jalan, satunya menaiki anak tangga yang sempit menuju patung Cristo Rei, sedangkan satunya lagi menuruni anak tangga yang juga sempit menuju ke pantai Dolok Oan (pantai ini diulas secara khusus DISINI).

Perjalanan menaiki tangga sempit itu sebaiknya dilakukan dengan perlahan-lahan sambil menikmati pemandangan yang sangat menawan dari ketinggian. Bagi anda yang fobia ketinggian, mungkin akan sedikit gemetar saat menaiki tangga ini, walaupun sebenarnya tangga ini cukup aman untuk dinaiki.

Setibanya di puncak yang berada pada ketinggian 90 diatas permukaan laut tersebut, patung Cristo Rei yang sedang membentangkan tangan sambil menghadap ke arah barat itu serasa seperti menyambut anda. Patung Yesus yang berdiri diatas bola bumi buatan itu terlihat sangat tinggi saat kita berada tepat di bawahnya.

Namun bukan itu saja hal yang menarik di puncak, tentu saja duduk menikmati pemandangan sambil diterpa angin adalah hal favorit yang sering dilakukan diatas sana. Melihat ke arah barat ada kota Dili, melihat tepat ke bawah ada tanjung Fatukama, sedikit menggeserkan pandangan ke arah selatan ada Areia Branca beach dan halaman utama Cristo Rei, sedangkan melihat ke arah timur ada Dolok-Oan beach. Selain itu hanya langit, lautan dan perbukitan yang memenuhi pandangan anda.

Berapa biaya yang dibutuhkan?

Untuk masuk ke kawasan Cristo Rei, pengunjung tidak perlu membayar sepeserpun. Namun jika pengunjung memutuskan untuk datang ke tempat ini menggunakan taksi, maka kira-kira dibutuhkan $3 hingga $5 untuk perginya (mohon dikoreksi apabila salah, karena saya belum pernah mencobanya sendiri, cuma bertanya pada kenalan yang pernah menaiki taksi menuju Cristo Rei). Karena akan sulit untuk menunggu taksi lainnya datang ke tempat itu saat anda pulang nanti, sebaiknya meminta supir taksi sebelumnya untuk menunggu hingga anda pulang (dan mungkin perlu biaya tambahan lagi, pintar-pintarlah menawar, masih banyak dari mereka yang mengerti bahasa Indonesia kok :D).

Penutup

Itulah beberapa hal yang saya ketahui tentang tempat wisata populer di Timor Leste – patung Cristo Rei. Semoga informasi yang saya bagikan dalam blog www.nnoart.com ini dapat berguna bagi anda yang berencana untuk pergi ke Timor Leste, baik itu untuk liburan, urusan bisnis atau kunjungan keluarga. Apabila ada kesalahan atau kekeliruan dalam informasi yang saya bagikan ini, mohon diperbaiki dengan memberikan komentar di bawah postingan ini. Untuk koleksi foto di Cristo Rei Timor Leste bisa langsung dilihat dibawah ini.

Koleksi foto nnoart di Cristo Rei Timor Leste

Inilah Cristo Rei di Timor Leste


Patung Kristus Raja terlihat dari Stasi ke XIV

Jalan, Jalur Pedestrian dan Tempat Parkir di Halaman Utama Cristo Rei

Anak-anak bermain di halaman Cristo Rei

Seseorang yang sedang Jogging menaiki tangga menuju patung Cristo Rei

Lokasi Stasi ke XIV, stasi terakhir sebelum menaiki tangga kecil menuju puncak

Tiba di puncak bukit dan berdiri dibawah patung Cristo Rei

Pemandangan halaman utama Cristo Rei dan Areia Branca beach di sampingnya

Pemandangan bukit dari puncak Cristo Rei

Pemandangan Dolok-Oan beach dari Cristo Rei

Pemandangan laut dan kota Dili dari Cristo Rei
Keterangan foto:
Lokasi: Cristo Rei Timor Leste
Waktu: Januari 2015


SHARE TULISAN INI:


2 comments:

  1. Jalan jalan di metinaro sampai be edan lebih bagus itu.. syukur dibuat jalan dan penginapan yang berada di lereng gunung itu...

    ReplyDelete