. . .

Tuesday, December 29, 2015

Wana Wisata Alam Bedengan Malang adalah salah satu tempat wisata alam sekaligus bumi perkemahan yang lokasinya tidak jauh dari kota Malang dan kota Batu.

Wana Wisata Alam Bedengan di Malang, salah satu tempat yang masih alami tidak jauh dari kota Malang, tepatnya di desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tempat ini hanya berjarak beberapa meter dari kebun jeruk Selorejo yang sudah diulas sebelumnya DISINI. Selain dekat dengan kebun jeruk Selorejo, juga dekat dengan Petungsewu Wildlife Education Center (PWEC). Lokasinya bisa diakses dari Joyo Grand, Tidar, Bandulan atau Sengkaling.

Perjalanan ke arah Bedengan merupakan perjalanan yang tidak boleh dilewatkan sambil tidur (jika tidak mengendarai kendaraan), oleh karena pemandangan kebun jeruk yang indah di kiri kanan akan benar-benar memanjakan mata. Oleh karena itu sangat disarankan untuk benar-benar menikmati perjalanan baik dari kota Malang atau kota Batu menuju Wana Wisata Bedengan Malang ini.

Jalan yang dilalui tidak terlalu lebar dan tidak terlalu mulus, ini merupakan salah satu kendala apabila ke Bedengan dengan kendaraan roda 4. Setibanya dekat pintu masuk ke arah Bedengan, kendaraan roda 4 sudah tidak dapat melaluinya. Kendaraan roda 2 dapat melalui jalan makadam yang terakhir (Desember 2015) terlihat sudah lebih baik dari sebelumnya (Mei 2014) yang terlihat sangat rusak parah.

Sebagai salah satu dari sekian banyak bumi perkemahan dekat kota Malang dan kota Batu, Bedengan merupakan tempat yang masih terlihat alami, walaupun sudah ada beberapa fasilitas penunjang di sekitarnya seperti toilet, tempat parkir, warung, flying fox, gazebo lengkap dengan tempat duduk dan sebagainya. Rimbunnya pepohonan pinus, suara gemericik air di sungai yang berasal dari air terjun Coban Brues (lokasinya jauh dan sulit diakses dari Bedengan), suara burung yang berkicau serta udara yang sejuk membuat suasana alami khas pegunungan itu benar-benar terasa di Bedengan.


Untuk berkemah di bumi perkemahan Bedengan yang area perkemahannya seluas 2,5 hektar ini, perlu meminta izin terlebih dahulu dan tarif yang perlu dibayar adalah Rp. 2500,00. Selain itu biaya yang perlu dibayar lagi hanyalah tarif parkir kendaraan bermotor. 

Di bumi perkemahan Bedengan ini sering dijadikan tempat perkemahan bagi para pelajar serta mahahasiswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi area Malang Raya maupun luar kota seperti Surabaya. Selain berkemah, juga menjadi tempat melaksanakan kegiatan outbound serta bermain dengan flying fox. Kadang kala, pengendara motor trail juga memacu kendaraannya di lintasan berlumpur di dekat area perkemahan Bedengan.

Sekedar informasi tambahan bahwa sampai saat ini area Bedengan Malang masih merupakan milik dan dikelola oleh Perhutani. Sedangkan  Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH) Desa Selorejo merupakan pengelola harian Wana Wisata Alam Bedengan ini. Oleh karena itu pengelolaan tempat parkir, warung, petugas jaga serta perawatan area perkemahan dilakukan oleh penduduk desa setempat. Perlu diingat bahwa hal-hal yang tidak boleh dilakukan di tempat ini adalah merusak tanaman-tanaman yang ada. Tetaplah untuk menjaga lingkungan di sekitar.

Mungkin ada yang penasaran seperti apa kawasan Bedengan Malang itu, oleh karena itu saya menyiapkan foto-foto di bawah ini khusus untuk pembaca nnoart.

Monday, December 28, 2015

Ini adalah salah satu pemandangan kota Jakarta dari pelataran puncak Monas yang dilihat ke arah timur.

Ingin mengetahui tempat terbaik untuk melihat pemandangan kota Jakarta? Pelataran puncak Monas adalah tempat terbaik untuk melakukannya. Di pelataran puncak Monas yang ketinggiannya mencapai 115 meter dari lapangan Monas ini kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta ke segala arah. Apabila cuaca lagi cerah, kita dapat melihat Laut Jawa, kepulauan seribu hingga gunung Salak di Jawa Barat.

Pelataran puncak Monas yang berdimensi 11 meter x 11 meter ini punya kapasitas sebesar 50 orang, dan bisa diakses dengan naik lift dari lantai dasar yang berkapasitas 11 orang. Saat diatas, kita bisa melihat pemandangan Jakarta yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit dengan menggunakan teropong yang disediakan di 4 sudut.

Untuk melihat koleksi foto nnoart dari pelataran puncak Monas, bisa dilihat di bawah ini. Namun jika ingin melihat foto-foto lainnya tentang Monas bisa dilihat disini (siang) atau disini (malam).

Sunday, December 27, 2015

Sebelumnya dalam blog nnoart ini sudah mengulas secara umum mengenai tugu Monas yang merupakan tempat wisata favorit di Jakarta. Dalam ulasan sebelumnya tersebut (bisa dibaca DISINI), belum banyak dijelaskan mengenai apa saja yang ada di dalam Monas. Pada postingan ini, ulasan mengenai Museum Sejarah Nasional yang merupakan tempat dimana dipajangnya beberapa diorama mengenai sejarah Indonesia.

Museum Sejarah Nasional yang terdapat di dalam Tugu Monas merupakan sebuah ruangan dengan kapasitas hingga 500 orang. Di dalam ruangan dengan luas 80 meter x 80 meter ini terdapat berbagai macam diorama dengan total 51 diorama (48 di setiap sisi dan 3 di tengah). Diorama-diorama tersebut menampilkan serta menceritakan mengenai sejarah Indonesia sejak zaman pra sejarah hingga masa orde baru.

Untuk dapat mengikuti alur cerita dari diorama tersebut, maka mulailah dengan melihatnya dari sudut timur laut, setelah itu bergerak searah jarum jam, mulai dari masa pra sejarah, masa kerajaan-kerajaan (Majapahit dan Sriwijaya), masa penjajahan oleh bangsa Eropa hingga masa perlawanan melawan penjajah, hingga berakhir pada kisah sejarah Indonesia pada masa Orde Baru.

Diorama pada masing-masing sisi menceritakan sejarah Indonesia pada rentang waktu berbeda. Pada sisi timur mulai dari masyarakat Indonesia purba (3000 - 2000 SM) hingga perang Makasar (1645 - 1668). Pada sisi selatan mulai dari Perang Pattimura (1817) hingga Taman Siswa (3 Juli 1922). Pada sisi barat mulai dari Muhammadiyah (18 November 1912) hingga kegiatan gereja katolik dalam proses penyatuan bangsa (1947). Sedangkan pada sisi utara menceritakan mulai dari gerilya dalam perang kemerdekaan Indonesia (1945 - 1949) hingga Penentuan pendapat rakyat Irian Barat (1969). Selain itu juga terdapat 3 diorama yang menceritakan mengenai KTT Non Blok, deklarasi Timor-Timur dan alih teknologi.

Untuk lebih jelas mengenai diorama-diorama dalam Monas tersebut, bisa langsung dilihat foto-foto beberapa diorama yang berhasil didokumentasikan oleh penulis nnoart saat berkunjung ke Museum Sejarah Nasional oktober 2014 lalu di bawah ini.

Saturday, December 26, 2015

Koleksi foto tugu monas di malam hari oleh nnoart.

Sekedar melengkapi postingan www.nnoart.com sebelumnya yaitu mengenai Tugu Monas Jakarta di siang hari yang bisa dibaca DISINI, kali ini giliran foto-foto Tugu Monas di malam hari. Pada kesempatan ini nnoart akan memposting foto Tugu Monas pada malam hari yang difoto dengan kamera seadanya, yang tentunya jauh dari kata bagus.

Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa Tugu Monas adalah monumen bersejarah Indonesia yang paling terkenal. Tugu Monas yang lokasinya berada di Jakarta ini menjadi tempat wisata atau rekreasi wajib di Jakarta. Pada siang dan malam hari, Tugu Monas tetap terlihat indah. Khusus pada malam hari, Tugu Monas akan disinari kilauan cahaya berwarna-warni, sehingga menambah keindahan dari monumen yang didirikan untuk memperingati masa-masa perjuangan ini.

Thursday, December 24, 2015

Tugu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta yang juga merupakan tempat wisata favorit di ibukota.

Monumen Nasional (Monas) atau biasa disebut Tugu Monas merupakan monumen di Jakarta yang didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan terutama perjuangan mereka dalam merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Monumen setinggi 132 meter dibangun sejak 17 Agustus 1961 hingga akhirnya dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Lidah api yang dilapisi emas yang berada di puncak Monas bermakna semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Tugu Monas sebagai ikon Jakarta dan juga salah satu tempat wisata sejarah terkenal di Indonesia memiliki banyak hal yang menarik. Baik itu patung-patung, relief, diorama, museum bahkan pemandangan yang indah ada di sini. Anda bisa melihat koleksi foto nnoart di Tugu Monas Jakarta di bawah ini.

Friday, December 18, 2015

Indahnya pemandangan waduk Selorejo Malang yang sangat menyejukkan mata

Waduk Selorejo berlokasi di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Ngantang, yang berlokasi kurang lebih 40 Km ke arah barat dari pusat kota Malang. Waduk Selorejo dibangun untuk membendung beberapa aliran sungai disekitarnya seperti Kali Kwayangan, Lahar Kletak maupun kali Konto serta beberapa sungai kecil lainnya. Waktu dibangunnya waduk Selorejo adalah pada tahun 1970.

Di Waduk Selorejo ini juga terdapat Taman Wisata Bendungan Selorejo, yang merupakan salah satu tempat wisata populer di Malang. Anda bisa menikmati Waduk Selorejo ini dengan masuk melalui tempat yang dikelola secara resmi (Taman Wisata Bendungan Selorejo), atau bisa juga hanya menikmati pemandangan waduk dari tepi jalan utama Malang - Kediri. Selain itu masih banyak akses lain ke tepian waduk, terutama bagi anda yang gemar memancing. Salah satu aksesnya adalah masuk melalui Pasar Ngantang.

Apabila ingin melihat keindahan pemandangan dari waduk Selorejo Malang ini, bisa dilihat foto-foto dari nnoart di bawah ini:

Koleksi Foto nnoart di waduk Selorejo Malang:


A photo posted by nnoart (@nnoart) on

A photo posted by nnoart (@nnoart) on

Pada foto ini terlihat ada tanaman eceng gondok di waduk selorejo yang selalu ada pada musim-musim tertentu.

Di Waduk Selorejo, anda dapat menyewa perahu untuk berlayar mengarungi waduk Selorejo dan bisa berlabuh di kebun jambu yang berada di tepian waduk.

Pada foto ini, bisa terlihat keindahan Waduk Selorejo Malang yang juga menjadi salah satu tempat favorit untuk memancing di akhir pekan ini.

Pada foto ini dapat dilihat pemandangan waduk Selorejo Ngantang Malang pada sore hari yang begitu menentramkan hati.

Pada foto ini dapat terlihat perahu yang berlabuh di tepian waduk Selorejo malang.