Selamat datang di nnoart.com

. . .

Tuesday, December 27, 2016

Taman Slamet Malang merupakan surga tersembunyi di tengah kesibukan kota.

y Taman Slamet Malang - Surga Tersembunyi di Tengah Kesibukan Kota - Kota Malang selama beberapa tahun terakhir ini semakin getol dalam mengembangkan tempat-tempat keren yang akan disukai oleh kawula muda, salah satunya dalam wujud taman. Beberapa taman di kota Malang yang dulunya terlihat biasa saja disulap menjadi taman yang menjadi incaran anak muda dalam menyalurkan hobi nongkrong, foto-foto serta berolahraga. Salah satu diantara taman-taman yang disulap menjadi keren tersebut adalah Taman Slamet.

Taman Slamet mengusung tema surga yang tersembunyi, bisa dilihat dari suasananya yang asri dan masih banyak terdengar burung-burung berkicau, desain taman yang unik dengan beberapa spot yang instagrammable, namun lokasinya tidak berada di jalan utama Kota Malang, melainkan masuk ke dalam lingkungan perumahan di wilayah Kelurahan Gading Kasri, sehingga cukup tersembunyi.

Kali ini nnoart mencoba mengeksplorasi setiap bagian dari Taman Slamet dan juga beberapa cerita yang ada mengenai salah satu taman terpopuler di Kota Malang ini. Ulasan tentang Taman Slamet Malang mulai dari lokasi (alamat), sekilas tentang asal usul Taman Slamet, spot-spot menariknya hingga rute menuju ke taman dekat Jalan Ijen Malang ini.

Lokasi Taman Slamet Malang



Alamat Taman Slamet Malang adalah di Jalan Taman Slamet, diantara RT 4 dan 5, RW 4, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi Taman Slamet bisa diakses dari 3 jalan utama di kota Malang yaitu Jalan Ijen, Jalan Semeru maupun dari Jalan Kawi. Lokasinya memang tersembunyi di dalam jalan lingkungan perumahan, sehingga tidak terlalu mencolok apabila anda sedang melewati ketiga ruas jalan utama di kota Malang tersebut. Namun anda bisa melihat tulisan Taman Slamet besar berwana putih dan jingga jika anda menengok ke arah Jl. Taman Slamet saat melintas di jalan Semeru, kurang lebih 100 meter dari perpustakaan kota Malang (di sebelah Kertanegara Premium Guest House).

Lebih jelasnya, jika anda datang dari arah Perpustakaan Malang menuju Stadion Gajayana (lewat jalan Semeru), jalan pertama di sebelah kanan jalan merupakan lokasi Taman Slamet. Jalan masuk lainnya ada di jalan Ijen, yaitu pada salah satu jalan perumahan (Jalan Sindoro) di kiri jalan kurang lebih 150 meter sebelum traffick light Ijen Nirwana (Ijen-Kawi). Jalan masuk yang terakhir bisa melewati jalan Kawi, jalan Taman Slamet bisa diakses lewat samping RSIA Melati Husada, yang terletak kurang lebih 100 meter dari traffick light Ijen Nirwana. Lebih jelasnya bisa perhatikan Google Map di atas.



Sekilas Tentang Taman Slamet Malang


Revitalisasi Taman Slamet di Kota Malang merupakan program CSR dari Bentoel Group.Taman Slamet sudah sejak lama ada, namun berkat kebijakan pemerintah Malang yang ingin meremajakan setiap taman kota menjadi lebih diminati masyarakat, Taman Slamet menjadi lebih terkenal seperti saat ini. Untuk peremajaan Taman Slamet, pemerintah kota Malang mendapatkan kucuran dana CSR dari PT. Bentoel Prima Tbk (Bentoel Group) mencapai 1 Milyar rupiah. Sebelum itu, Taman Trunojoyo dan Taman Kunang-Kunang (Jalan Jakarta) juga merupakan program CSR dari Bentoel Group ini.

Taman yang dulunya hanya ada pohon-pohon serta jalur pejalan kaki di tengahnya dengan lampu di kiri-kananya, dirubah menjadi lebih atraktif dan dapat berfungsi bukan hanya sebagai tempat jalan-jalan atau rekreasi, namun juga sebagai tempat berolahraga. Penambahan papan nama yang keren, lorong berwarna jingga yang bentuknya acak serta dinamis menyerupai gunung yang menggambarkan 6 gunung di sekitar Malang (Arjuno, Semeru, Bromo, Kawi, Panderman dan Kelud), pergola berbentuk lorong kotak berwarna putih, beberapa hiasan taman lainnya dengan tema urban hingga penambahan fasilitas olahraga seperti jogging track, hardscape dan beberapa perlengkapan olahraga sederhana seperti yang ada di tempat fitness.

Baca juga: Kampung Tridi (3D) Malang - Spot Selfie Keren Sebelah Kampung Warna Warni 

Setelah selesai direnovasi, Taman Slamet akhirnya diresmikan pada tanggal 2 April 2016, yang sekalian merupakan kado ultah bagi Kota Malang yang ke-102 (Ultah Kota Malang tepatnya adalah pada tanggal 1 April). Peresmian ini dihadiri oleh pihak PT Bentoel Prima Tbk termasuk presiden direkturnya, Hendro Marto Wardojo. Dari pihak pemerintah Kota Malang ada Walikota, sekretaris daerah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan beberapa pejabat Kota Malang lainnya. Segenap warga kota Malang juga ikut hadir dalam peresmian Taman Slamet yang mengusung tema ‘Hidden Paradise’ ini.

Tidak sia-sia, belum beberapa lama setelah selesai diresmikan, foto-foto unggahan mengenai Taman Slamet yang dilakukan pengguna sosial media yang awalnya tidak seberapa, menjadi jauh lebih banyak dari hari-hari dan membuat Taman Slamet semakin terkenal di kalangan masyarakat Kota Malang. Taman yang sebelumnya direncanakan skala pelayanannya hanya untuk warga Gading Kasri dan sekitarnya, menjadi dimanfaatkan oleh seluruh warga Kota Malang dan sekitarnya, bahkan dari luar kota juga tertarik untuk berfoto di tempat ini.

Spot-Spot Keren Buat Foto, Nongkrong dan Olahraga di Taman Slamet Malang

Taman Slamet menjadi incaran banyak pengunjung, terutama bagi yang suka berburu foto di tempat-tempat yang instagrammable. Terdapat beberapa spot yang disukai oleh para pengunjung untuk dijadikan latar foto, berikut ini spot-spotnya:

1. Papan nama Taman Slamet
Ini adalah foto papan nama dari Taman Slamet Malang
Jika kita ke Taman Slamet melalui Jalan Semeru, huruf-huruf besar bertuliskan “TAMAN SLAMET” langsung terlihat dari jalan utama. Tulisan ini berwarna putih pada tulisan TAMAN dan jingga pada tulisan SLAMET.

Para pengunjung gemar foto-foto di tulisan besar ini yang juga sekaligus dapat mempromosikan Taman Slamet apabila diunggah di sosial media. Latar ini biasanya sering terhalangi oleh sepeda motor yang parkir di depannya. Oleh karena itu jika ingin masih 'bersih' sebaiknya datang di saat-saat sepi sebelum belum banyak kendaraan parkir di depannya.


2. Stand Photobooth
Ini adalah foto stand photobooth di Taman Slamet Malang
Di belakang  papan nama TAMAN SLAMET ada sebuah stand photobooth yang berbentuk sebuah rumah dengan sebuah pintu dan dua buah jendela yang terbuka terbuka. Rumah-rumahan ini berwarna merah muda dan putih serta ada tulisan ‘Welcome to Taman Slamet” dibagian 'atapnya'.

Pengunjung dapat berfoto di photobooth ini seakan-akan sedang berada di dalam rumah dan menunjukkan dirinya dari jendela. Seperti yang tampak pada gambar di samping ini.



3. Lorong 6 gunung
Ini adalah lorong yang menggambarkan gunung di Taman Slamet Malang.
Diantara setiap spot yang ada di dalam Taman Slamet, inilah yang paling disukai karena bentuknya yang unik. Lorong ini seperti pergola yang bentuknya menyerupai gunung dan acak. Lampu-lampu yang ada di dalamnya membuat lorong ini terlihat lebih keren dan selalu menjadi buruan para pengunjung untuk foto dengan latar lorong ini. Lokasinya setelah tulisan Taman Slamet (sisi utara taman).

Para pengunjung yang datang ke Taman Slamet biasanya suka hunting foto dengan latar lorong ini. Seperti yang terlihat pada gambar di samping ini.


4. Pergola lorong berbentuk kotak berwarna putih
Salah satu pergola berbentuk kotak putih di Taman Slamet Malang.
Pergola ini terletak di selatan taman, bentuknya kotak dan warnanya putih. Tampak ada tanaman rambat yang diatur sedemikian rupa untuk tumbuh di pergola ini. Lampu-lampu di dalam pergola ini membuatnya jadi lebih artistik. Bisa dibilang ini salah satu spot favorit kedua di Taman Slamet sebagai latar foto.

Biasanya setelah para pengunjung foto-foto di lorong yang melambangkan 6 gunung di sekitar Kota Malang, para pengunjung akan berjalan ke sisi selatan taman dan berfoto dengan latar pergola keren berwarna putih ini. Terutama saat malam hari.


5. Sebuah Tiang Unik
Ini adalah tiang yang cukup unik di Taman Slamet Malang.
Entah apa nama yang tepat untuk spot ini, yang jelasnya ada sebuah tiang dan ada hiasan diatasnya berupa 14 benda berbentuk bulat yang ukurannya bervariasi dan posisi random. 13 diantaranya berwarna putih dan 1 berwarna biru gelap dan ada logo Bentoel Group. Jelasnya dapat dilihat pada foto di samping.

Saya belum mengetahui apa makna dari tiang ini bahkan sebutan yang tepatnya seperti apa. Tapi karena tampilannya cukup keren, apalagi kalau dijadikan latar foto anda, tentu tidak boleh dilewatkan saat sedang berkunjung ke Taman Slamet.

6. Area Olahraga
Ini spot yang akan disukai pecinta olahraga karena terdapat beberapa perlengkapan buat olahraga (bisa dilihat pada foto). Jika sudah capek jogging di jogging track maupun hardscape yang ada, bisa olahraga di tempat ini.

7. Susunan Lampu Taman
Lampu taman di Taman Slamet ini tersusun sedemikian rupa sehingga saat kita berjalan-jalan disini, terlihat keren. Ada beberapa tiang lampu tamannya yang unik, menyerupai kincir. Banyak foto-foto yang keren di Taman Slamet ini berkat posisi lampu taman yang diatur dengan baik.

8. Kursi Taman
Beberapa kursi taman di Taman Slamet ini lokasinya berada di antara pepohonan yang rindang dan juga selalu terjaga kebersihannya. Para pengunjung yang datang biasanya suka duduk berlama-lama di kursi taman yang ada.

Tarif yang Berlaku di Taman Slamet


Taman Slamet termasuk dalam tempat wisata gratis di Kota Malang, untuk masuk ke tempat ini tidak perlu membayar tiket masuk atau sejenisnya. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk bayar parkir dengan harga standar parkir di Kota Malang diantaranya Rp. 2000/motor dan Rp. 5000/mobil.

Rute Menuju Taman Slamet Malang

Taman Slamet terletak di Jalan Slamet – Kota Malang yang dapat diakses dari Jalan Semeru (diantara Perpustakaan Kota Malang dan Stadion Gajayana), lewat Jalan Ijen (kurang lebih 150 meter sebelum traffick light Ijen Nirwana) atau dari Jalan Kawi di sebelah RSIA Melati Husada, tidak jauh dari Mall Olympic Garden (MOG). Oleh karena itu rute yang dapat anda pilih adalah menuju ke salah satu diantara tempat penting yang mudah dikenali tersebut. Contoh untuk masing-masing titik keberangkatan yang berbeda:

1. Dari Alun Alun Tugu/Balai Kota atau Stasiun Kereta Kota Malang
Stasiun – Balaikota/Alun Alun Tugu – Jalan Kahuripan – Perempatan BCA – Jalan Semeru – Stadion Gajayana – Belok kiri ke jalan Taman Slamet 100 meter sebelum jalan ijen/perpustakaan Kota Malang – Tiba di Taman Slamet.

Baca juga: Kampung Warna Warni Jodipan Malang - Warnai Harimu di Tempat Wisata Keren Terbaru

2. Dari Wilayah Dieng, Mergan, Bandulan dan sekitarnya
Ke perempatan Cyber Mall – ke arah Jalan Dieng - Jalan Terusan Kawi – Jalan Kawi Atas – Perempatan Ijen Nirwana – Lurus ke jalan Kawi – Belok melewati jalan Taman Slamet di sebelah RSIA Melati Husada (150 meter sebelum MOG) – Tiba di Taman Slamet

3. Dari arah wilayah Lowokwaru dan sekitarnya
Ke jalan ijen – Belok kiri di pertigaan Perpustakaan Kota Malang – Belok kanan di Jalan Taman Slamet.
atau Ke Jalan Ijen - lurus di 

Agar lebih jelas dapat mengikuti petunjuk dari Google Map berikut ini, saya mengambil contoh titik awal perjalanan dari Stasiun Kota Malang:



Angkutan Umum Menuju Taman Slamet Malang

Jika yang ingin ke Taman Slamet dengan naik angkot Kota Malang, maka berikut ini jalur angkot yang melewati Jalan Ijen, Jalan Semeru atau Jalan Kawi, dimana untuk berjalan kaki ke arah Taman Slamet sudah cukup dekat.

1. Jalan Kawi
Turun di depan RSIA Melati Husada (sekitar 100 meter dari traffick light Ijen Nirwana). Jarak ke Taman Slamet dari RSIA Melati Husada ini sekitar 150 meter. Trayek angkotnya adalah GL, LG, MM, AT, MK.

2. Jalan Ijen
Turun di sekitar U-Turn terdekat dengan Traffick light, jalan Sindoro ada di sebelah timur jalan, tepat bersebelahan dengan u-turn jalan Ijen tersebut. Hanya perlu berjalan 100 meter dan taman Slamet ada di pertengahan Jalan Sindoro ini. Trayek angkotnya adalah AL, GL, ADL, MK.

3. Jalan Semeru
Turun di persimpangan Jalan Taman Slamet yang lokasinya sekitar 100 meter dari Perpustakaan Kota Malang. Jka datang dari arah Perpustakaan, Jalan Taman Slamet ini merupakan persimpangan pertama di sebelah kanan jalan. Lokasi Taman Slamet sekitar 75 meter dari persimpangan ini. Trayek angkotnya adalah ADL, AL.

Tempat Wisata Lainnya dekat Taman Slamet Malang

Di dekat Taman Slamet ini ada beberapa tempat wisata atau spot foto keren lainnya di Kota Malang diantaranya sebagai berikut:
  • Idjen Boulevard
  • Museum Brawijaya
  • Pasar Splendid
  • Wisma Tumapel
  • Alun Alun Tugu Kota Malang
  • Alun Alun Kota Malang

Hotel atau Penginapan dekat Taman Slamet Malang

Bagi yang sedang berlibur di Kota Malang dan kebetulan menginap di hotel atau penginapan di bawah ini, mungkin bisa sekalian jalan-jalan ke Taman Slamet yang jaraknya tidak terlalu jauh tersebut. Berikut ini daftar hotel atau penginapan dekat Taman Slamet Malang:
  • Kertanegara Premium Guest House, ±150 meter
  • Guest House Kota Malang, ±350 meter
  • New Kawi Guest House, ±450 meter
  • Fendi’s Guest House, ±550 meter
  • Lovender Guest House, ±500 meter
  • The Shalimar Boutique, ±700 meter
  • Aria Gajayana, ±750 meter

Catatan Jalan-Jalan di Taman Slamet

Foto jalan-jalan penulis blog nnoart, Ninno Emanuel, di Taman Slamet - Malang.
Taman Slamet, nama yang dulunya masih cukup asing di telinga warga kota Malang, termasuk saya sendiri. Tapi saat ini nama Taman Slamet sudah cukup banyak dikenal orang berkat keunikan dari taman ini yang sering terekspos di berbagai sosial media para pengunjung tempat ini.

Sayapun cukup tertarik untuk melihat taman ini secara langsung, apalagi lokasinya cukup tersembunyi sehingga saya menjadi cukup penasaran untuk mencarinya. Pertama kali ke taman ini, saya hanya sekedar lewat, tidak singgah sama sekali, kebetulan juga lagi buru-buru.

Pada 16 April 2016, tepat 2 minggu setelah peresmian Taman Slamet, saya mengunjungi taman ini bersama Dimas setelah selesai jalan-jalan ke Candi Jago, Tumpang (tulisannya bisa dibaca dalam blog nnoart ini). Waktu itu karena sudah cukup capek jalan-jalan ke Candi Jago, kami tidak terlalu lama foto-foto di Taman Slamet. Hanya sekedar di papan nama, stand photobooth bentuk rumah dan di lorong 6 gunung.

Baca juga: Candi Jago Malang - Peninggalan Kerajaan Singosari 

Taman Slamet ini termasuk tempat yang sangat ramai, terutama saat malam minggu. Sempat sesekali ke Taman ini saat malam minggu, namun karena waktu itu sangat ramai, niat tersebut dibatalkan.

Fitroh Aulani penulis blog Raleopaq di Taman Slamet MalangKunjungan berikutnya ke Taman Slamet juga dilakukan pas Sabtu sore, 3 Desember 2016. Waktu itu mungkin karena baru habis hujan atau karena ada tempat wisata baru berupa Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi (3D), para pengunjung di Taman Slamet ini bisa dihitung dengan jari. Tapi saat saya bertanya ke abang tukang bakso, katanya sih emang kalau sore masih sepi. Di atas jam 7 baru mulai berdatangan pengunjungnya satu per satu.

Saya, Fitroh dan Ellen yang datang ke Taman Slamet dalam kondisi yang masih belum terlalu banyak pengunjung inipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkeliling dan mengambil beberapa foto dengan latar yang keren. Beberapa spot seperti lorong 6 gunung hingga pergola berwarna putih dijajal semuanya. 

Setelah selesai berkeliling Taman Slamet yang memang tidak terlalu luas ini, kamipun siap meninggalkan tempat ini dan menuju ke Alun Alun Kota Malang. Saat itu pengunjung lain mulai ramai berdatangan satu per satu. Mungkin beberapa menit setelah kami meninggalkan Taman Slamet, kondisinya mulai ramai seperti malam minggu yang biasanya. 

Koleksi Foto nnoart di Taman Slamet Malang

Foto Taman Slamet di Kota Malang terutama di bagian depannya.
Papan nama dari Taman Slamet

Ini adalah spot foto favorit di Taman Slamet Malang
Spot foto favorit di Taman Slamet Malang

Desain unik sebuah tiang di Taman Slamet Malang
Sebuah tiang atau hiasan taman di Taman Slamet dengan desain unik

Keterengan foto:
Lokasi: Taman Slamet, Jl. Taman Slamet, Kel. Gading Kasri, Kec. Klojen, Kota Malang, Jatim
Waktu: 16 April 2016 dan 3 Desember 2016

Friday, December 23, 2016

Kampung Tridi (3D) Malang merupakan tempat wisata sebelah Kampung Warna Warni Jodipan.

Kampung Tridi (3D) Kesatrian Malang – Spot Selfie Keren Sebelah Kampung Warna Warni – Bagi yang sudah membaca ulasan nnoart sebelumnya yang berjudul “Kampung Warna Warni Jodipan Malang – Warnai Harimu di Tempat Wisata Keren Terbaru” tentunya sudah cukup mengetahui Kampung 3D ini. Lokasi kampung ini terlihat bersebelahan dengan kampung warna warni Jodipan yang hanya dibatasi dengan sungai.

Meskipun rumah-rumah di Kampung Tridi juga di cat warna-warni, keunikan utamanya bukan disitu, melainkan pada gambar-gambar mural 3 dimensi (tampak nyata) yang digambar pada tembok-tembok rumah warga yang rencananya akan mencapai 80an gambar. Gambar-gambar yang tampak nyata inilah yang menjadi spot selfie keren bagi warga kota Malang maupun pengunjung dari daerah-daerah lainnya.

Nah, untuk mengenal lebih detail mengenai Kampung Tridi yang terletak di Kelurahan Kesatrian Kota Malang ini, nnoart mencoba menyajikan beberapa informasi penting terkait objek wisata keren satu ini. Simak ulasan dari saya sebagai berikut:

Lokasi Kampung 3D (Tridi) Malang



Seperti yang telah dijelaskan diatas, Kampung Tridi terletak di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing,  Kota Malang. Lebih tepatnya pada Jalan Temenggungan Ledok, RT 1 – 4, RW 12. Lokasinya terlihat sangat mencolok di sebelah timur Jembatan Embong Brantas (Jl. Gatot Subroto). Dari atas jembatan ini, dapat terlihat dengan jelas perkampungan warna warni di kiri maupun kanan sungai. Kampung Tridi Kesatrian berada di sebelah kiri (utara) sungai, sedangkan di sebelah selatan sungai merupakan Kampung Warna Warni Jodipan.

Kampung Tridi terletak tidak jauh dari pusat kota Malang, dimana Stasiun Kereta Kota Malang hanya terpaut sekitar 500 meter dari kampung ini, sedangkan Alun Alun Tugu Balai Kota sekitar 1 kilometer.  Lebih tepatnya mengenai lokasi atau alamat Kampung 3D Malang ini dapat dilihat pada peta Google di atas.

Asal Usul Kampung 3D (Tridi) Kesatrian Malang

Ini adalah foto Kampung Tridi (3D) di Kelurahan Kesatrian - Kota Malang.
Kampung Tridi yang berada di RT 1 – 4, RW 12, Kelurahan Kesatrian ini dulunya bersama Kampung Juanda (Jodipan) di sebelahnya merupakan perkampungan kumuh di Kota Malang. Namun setelah ada ide untuk pengecatan kampung Juanda di Jodipan dengan nuansa warna-warni, mendadak perkampungan kumuh ini menjadi objek wisata yang terkenal dimana-mana. 

Hal tersebut menjadi inspirasi bagi warga perkampungan di seberang sungai, Kelurahan Kesatrian, untuk menerapkan gagasan mereka sebelumnya yang ngin menjadikan kampungnya sebagai kampung 3D. Eddy Supriyanto atau yang lebih akrab disapa Edi Gimbal (kutipan wawancara bersama Kompas) merupakan penggagas utama dari konsep kampung 3D ini. Disebut Tridi oleh karena dirasa lebih mudah disebut, sesuai dengan sebutan orang Jawa.

Awalnya Edi Gimbal dan temannya berangan-angan agar dapat menghadirkan gambar 3 dimensi (mural atau lukisan yang terlihat seperti memiliki bentuk/hidup) yang biasanya ada di tempat-tempat wisata, hadir di tengah perkampungan warga. Beliau ingin agar gambar-gambar tersebut dapat dilukis di dinding bangunan-bangunan, terutama fasilitas umum, baik itu di pinggiran gang maupun di dalam perkampungan warga. Hal tersebut agar ada tempat wisata populer baru di kota Malang yang mengusung konsep yang belum ada sebelumnya.

Gambar 3 dimensi memancing ikan di Kampung Tridi (3D) Malang.Ide ini diusulkan kepada ketua RW setempat dan ternyata bisa saja direalisasikan. Pendanaan juga berasal dari uang kas mereka, seperti yang dikutip dari Kompas. Oleh karena pihak Decofresh yang sebelumnya sudah berniat untuk mewarnai perkampungan di seberang Kampung Warna Warni Jodipan tersebut ditambah dengan ide atau gagasan yang segar dari warga kampung setempat, membuat pihak Decofresh juga akhirnya ikut membantu pendanaan pengembangan kampung 3 Dimensi, terutama dalam urusan penyediaan cat.

Pengerjaan akhirnya dimulai, dengan area pengecatan serta penggambaran mural 3 Dimensi dilakukan pada RT 1 hingga RT 4 dengan jarak mencapai 1 kilomenter dan rencana mencapai 80 gambar yang bervariasi.

Gambar-gambar 3 dimensi tersebut disiapkan oleh Edi dan Tholib, rekan sesama seniman Edi. Sedangkan yang melukiskan gambar-gambar tersebut adalah warga setempat yang memang banyak diantaranya sudah berpengalaman dalam melukis di tembok. Dari hasil tanya-tanya kepada salah seorang warga yang berjaga di sebuah ruangan yang katanya merupakan ‘posko’, warga setempat mengecat tembok, atap hingga jalanan menggunakan cat tembok, sedangkan untuk lukisan-lukisan 3 dimensi sebagian besarnya menggunakan cat minyak.

Baca juga: Kampung Warna Warni Jodipan Malang - Warnai Harimu di Tempat Wisata Keren Terbaru

Pengecatan atap di perkampungan Tridi ini menggunakan konsep gradasi warna, apabila dilihat dari atas, warna-warna dari atap di perkampungan Tridi terlihat menyerupai pelangi. Hal ini berbeda dengan atap di Kampung Warna Warni Jodipan yang warnanya acak. 

Gambar air terjun 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) MalangSedangkan untuk gambar-gambar 3 dimensi, diutamakan yang menyangkut tema anak-anak, alam serta hewan, meskipun ada juga gambar-gambar lainnya yang temanya berbeda dari tema-tema yang diutamakan. Bisa dilihat di Kampung Tridi ini terdapat cukup banyak gambar-gambar yang akan disukai anak-anak seperti Mickey Mouse, Hulk, Thor, Patrick Spongebob, Spiderman, Captain America dsb. Gambar-gambar yang mewakili alam seperti air terjun, laut, memancing ikan dsb. Serta yang bertema hewan seperti gorilla selfie, T-Rex terikat lehernya, burung merak, paus, ular, hiu, singa rasta, singa mengaum dsb. 

Dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan ke Kampung Tridi ini, penghasilan warga yang berjualan, terutama minuman serta makanan ringan, meningkat. Selain itu, warga juga menjadi sadar akan pentingnya menjaga kebersihan di perkampungan tempat mereka tinggal.

Pemerintah Kota Malang juga akan membantu dalam pengembangan perkampungan di timur Jembatan Embong Brantas ini menjadi tujuan wisata baru di Kota Malang. Berbagai rencana telah disiapkan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat setempat, penambahan fasilitas yang dibutuhkan seperti penerangan jalan umum hingga ingin menghubungkan antara Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni dengan jembatan gantung.


Spot Gambar 3D Keren Untuk Selfie di Kampung Tridi

Gambar si mulut lebar 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Nah, karena informasi mengenai asal-usul Kampung Tridi sudah cukup jelas, sekarang saatnya bagi anda untuk eksplorasi Kampung Tridi. Kampung Tridi ini cukup luas, jalannya panjang, banyak gang-gang kecilnya serta jalanan yang naik turun. Oleh sebab itu, untuk eksplorasi seluruh spot keren di Kampung Tridi ini akan sedikit menguras waktu dan tenaga. 

Tentunya itu tidak jadi masalah jika anda sudah sangat tertarik untuk mencari tahu gambar-gambar 3 dimensi seperti apakah yang akan muncul di hadapan anda nantinya. Apalagi rencana gambar 3 dimensi di Kampung Tridi mencapai 80 (saat ini sudah sekitar 30% tergambar) sehingga akan banyak spot-spot keren di dalam Kampung 3D Malang ini yang akan menarik perhatian anda.

Mulai dari pintu masuk gang perkampungan, kita akan langsung melihat beberapa gambar 3 dimensi yang menarik seperti gorilla yang sedang selfie, air terjun yang seakan tumpah ke jalanan, mulut seseorang yang sedang terbuka lebar dimana kita bisa foto seperti akan dimakan serta ikan hiu yang siap menerkam anda.

Tidak jauh dari gapura utama gang masuk perkampungan, anda sudah dihadapkan dengan 2 pilihan jalan. Pertama jalan lurus melewati areal parkir, dan kedua jalan menurun yang biasanya terlihat lebih sepi. Ikut jalan yang mana saja anda akan tetap dapat melihat gambar-gambar 3 dimensi di setiap tembok rumah warga, di atas jalan tempat anda melangkah hingga atap rumah. Usahakan telusuri setiap gang yang ada agar bisa menemukan gambar-gambar 3 dimensi yang anda sukai.

Gambar Spiderman 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) MalangDi bawah ini spot-spot gambar 3 dimensi hasil pengamatan saya sewaktu jalan-jalan ke Kampung Tridi ini. Mungkin ada banyak yang luput dari pengamatan atau memang belum dilukis saat saya kesana pada awal Desember 2016. Berikut ini mural 3 dimensi keren yang ada di Kampung Tridi:
  • Tokoh superhero Hollywood serta tokoh fiksi lainnya yang akan disukai anak-anak seperti Hulk yang siap mencengkeram, Thor dan palunya, Captain America melempar tamengnya, Spiderman yang sedang bergelantungan, Spongebob, Patrick sedang menendang, Cinderella, Elsa Frozen, Naruto sedang melompat, Minion, Astro Boy menangis, Angry Bird, Mickey Mouse, Mario Bros, Tom si kucing, malaikat Cupid, Tazmania dan sebagainya;
  • Binatang-binatang seperti gorilla selfie, ikan hiu, T-Rex terikat lehernya, burung merak yang cantik, singa rasta berkacamata, macan dan kandangnya, gajah, kucing di jendela, kerbau sedang menanduk, cendrawasih, singa mengaum, paus keluar tembok, pinguin, iguana dsb;
  • Tema alam seperti air terjun yang seakan tumpah di jalan, memancing ikan, surfing di tengah laut;
  • Jalan 3D dimensi yang menampilkan jalanan retak, jembatan gantung dsb;
  • Gambar-gambar lainnya seperti orang yang membuka mulutnya, lukisan Monalisa, bocah minum dot, kereta api, great wall (tembok Cina), Pak Raden, mobil, seseorang menodong pistol, sayap-sayap unik, logo tim bola seperti AC Milan dan Barcelona, tulisan-tulisan berwujud 3 dimensi dan lain sebagainya.
Selengkapnya mengenai gambar-gambar di Kampung 3D Tridi Malang bisa dilihat di official instagram Kampung Tridi yaitu @kampung_tridi.

Harga Tiket Masuk Kampung 3D (Tridi) Malang

Harga tiket masuk Kampung Tridi (3D) Malang yaitu gratis
Saat saya berkunjung ke tempat wisata teranyar kota Malang ini pada awal Desember 2016, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk. Bisa dibilang harga tiket masuk Kampung 3D (Tridi) Malang adalah gratis. Apabila kedepannya ada perubahan kebijakan mengenai tiket masuk, akan saya update dalam tulisan ini (mohon bantuannya dengan komentar di bawah yah apabila dikenakan biaya tiket masuk).

Pengunjung baru dikenakan biaya apabila mengendarai kendaraan dan ingin parkir disana. Untuk parkir sepeda motor Rp. 2000/motor, area parkirnya bisa di dalam lokasi perkampungan hingga di jalan besar. Sedangkan untuk mobil, dikenakan Rp. 5000 sekali parkir yang areal parkirnya di sekitar jalan besar oleh karena jalan masuk ke dalam Kampung Tridi ini tidak bisa dilewati oleh mobil.

Pengunjung yang ingin hemat biaya parkir, terutama yang ingin berkunjung ke 2 objek wisata di bantaran sungai (Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni) sekaligus, biasanya memilih area parkir yang berada di antara kedua kampung wisata ini, yaitu di Jalan Gatot Subroto dekat jembatan Embong Brantas.

Fasilitas

Fasilitas parkir di Kampung Tridi (3D) Malang
Di Kampung 3D Malang sudah ada fasilitas yang penting bagi para pengunjung yaitu tempat parkir. Untuk sepeda motor, banyak tersedia tempat parkirnya baik itu di jalan utama hingga jalan di dalam perkampungan. Sedangkan untuk mobil, lokasi parkirnya berada di sekitar jalan utama.

Fasilitas lainnya yang ada di Kampung Tridi diantaranya kios-kios kecil tempat pengunjung dapat membeli minuman maupun makanan ringan. Warung-warung makan letaknya di jalan utama, jadi sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum eksplorasi di dalam parkampungan yang luas dan penuh gang ini. Selain itu sudah ada beberapa toilet untuk umum dan musholla milik warga yang bisa anda manfaatkan untuk beribadah.

Hal-Hal yang Perlu diperhatikan Saat Berkunjung ke Kampung Tridi

Salah satu larangan di Kampung Tridi (3D) Malang adalah tidak foto (selfie, wefie dsb) di rel kereta api.
Saat berwisata ke Kampung Tridi, sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini demi kepentingan bersama.
  • Naik rel kereta api di atas perkampungan ini sangat terlarang, anda sebaiknya jangan pernah mencoba untuk mengambil foto dari atas rel kereta ini, karena kereta dapat melintas kapan saja;
  • Sungai yang menjadi pembatas Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni cukup licin dan arusnya deras serta agak dalam, terutama saat musim hujan. Sebaiknya jangan mencoba untuk menyeberang ke kampung sebelah lewat sungai ini;
  • Saat jalan-jalan di Jembatan Embong Brantas, hati-hatilah saat berjalan, karena ada banyak kendaraan yang melintas;
  • Tetap jaga kebersihan Kampung Tridi dengan tidak membuang sampah sembarangan atau mengotori tembok-tembok yang merupakan daya tarik utama Kampung Tridi;
  • Karena lokasinya berada di tengah perkampungan warga, mungkin ada sebagian warga yang membutuhkan ketenangan, misalnya saat sakit atau sedang belajar. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika tidak membuat keributan yang tidak perlu; 
  • Siapkan powerbank atau baterai cadangan untuk foto-foto di Kampung Tridi ini. Anda mungkin akan cepat kehabisan baterai sebelum seluruh gambar yang jumlahnya sangat banyak ini selesai dijadikan latar selfie atau objek foto. Apalagi jika anda ingin sekaligus berkeliling di Kampung Warna Warni Jodipan.

Rute Menuju Kampung Tridi 3D Malang

Kampung 3D Malang terletak di Jalan Temenggungan Ledok, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasinya hanya berjarak sekitar 400 meter ke arah selatan dari Stasiun Kota Malang. Jika dari arah Balai Kota atau Alun Alun Tugu, bisa belok kanan di depan stasiun. Terus hingga SPBU di kanan jalan dan setelah itu ada simpang empat. 

Di perempatan tersebut biasanya sudah dapat terlihat pintu masuk menuju kampung Tridi (Jalan Temenggungan Ledok) yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Belok kanan di perempatan, tepat sebelum jembatan Embong Brantas, pintu masuk kampung Tridi ada di sebelah kiri jalan. Ada banyak petugas parkir serta spanduk-spanduk bertuliskan Kampung Tridi di gang masuk itu.
Baca juga: Labirin Coban Rondo Malang - Kini Bukan Hanya Air Terjun

Agar lebih jelas mengenai rute menuju Kampung 3D Malang, saya menyematkan peta rute dari Google di bawah ini dengan titik awal perjalanan dari Jalan Ijen (simpang Perpustakaan/depan Museum Brawijaya) yang jaraknya sekitar 2,3 km dari Kampung Tridi. Bisa dilihat rutenya adalah Jalan Ijen (Perpustakaan Kota Malang) – Stadion Gajayana – Perempatan BCA - Alun Alun Tugu Malang – Stasiun Kota Malang – Kampung Tridi.

Anda juga dapat merubah rutenya dengan klik ‘more options’ di kiri atas peta di bawah ini. Setelah itu rubah kolom titik start keberangkatan dengan yang anda inginkan. Berikut ini petanya:


Angkutan Umum (Kota) Menuju Kampung Tridi 3D Malang

Apabila anda ingin ke Kampung Tridi menggunakan angkutan kota, berikut ini jalur angkutan yang akan melewati Kampung Tridi atau yang setidaknya lewat daerah dekat Kampung Tridi:

Angkot ABG/ABH, AJG/AJH, AMG/AMH dan MT
Rute angkutan ini akan membawa anda tepat di depan gapura masuk utama Kampung 3D Tridi Malang. 

Angkot ADL, AL da MM
Rute angkutan ini akan membawa anda sampai di Stasiun Kota Malang. Anda bisa turun disini dan naik ke angkot ABG/ABH atau AJG/AJH, atau bisa berjalan kaki maupun naik becak sejauh 400 meter ke arah Kampung Tridi.

Angkot MK
Setelah dari Pasar Besar, angkot ini akan lewat Jodipan tepatnya di dekat pintu masuk Kampung Warna Warni Malang. Anda bisa turun di sekitar Kampung Warna-Warni dan berjalan kaki atau naik becak melewati jembatan Embong Brantas hingga tiba di Kampung Tridi 3D Malang. 

Tempat Wisata Lain dekat Kampung Tridi 3D Malang

Bagi yang ingin jalan-jalan mengunjungi beberapa tempat wisata di Kota Malang, terutama yang dekat dengan Kampung Tridi, berikut ini adalah tempat wisata Kota Malang lainnya dekat Kampung Tridi:
  • Kampung Warna Warni Jodipan/Kampung Wisata Jodipan (KWJ);
  • Museum Malang Tempoe Doeloe
  • Alun Alun Tugu Kota Malang;
  • Wisma Tumapel;
  • Pasar bunga, burung dan ikan hias 'Splendid'.

Hotel atau Penginapan dekat Kampung Tridi 3D Malang

Jika anda berencana liburan ke Kota Malang dan ingin menginap di hotel yang lokasinya tidak jauh dari Kampung 3D Malang, saya memberikan daftar hotelnya di bawah. Anda yang secara kebetulan sedang menginap di hotel atau penginapan di bawah ini, namun tidak mengetahui mengenai keberadaan Kampung Tridi, bisa sekalian jalan-jalan kesana. Berikut ini adalah daftar hotel atau penginapannya:
  • Hotel Aloha (*): ±500 m
  • Hotel Ollino Garden (***):±500 m
  • Hotel Margosuko (*):±550 m
  • Hotel Tosari (*):±600 m
  • Lily Guest House (*):±900 m
  • Hotel Tugu (*****):±1 km
  • Losmen Megah MS (*):±1 km
  • MADOR Malang Dorm Hostel (*):±1 km
  • Hotel Santosa(*): ±1 km

Jalan-Jalan ke Kampung 3D Tridi Malang

Foto saya sendiri penulis blog nnoart di Kampung Tridi (3D) Malang
Sebelumnya sudah ada tulisan mengenai Kampung Warna Warni Jodipan – Malang dalam blog ini. Cerita jalan-jalan ke Kampung 3D merupakan lanjutan dari Kampung Warna Warni oleh saya, Fitroh dan Ellen, tepatnya pada tanggal 4 Desember 2016 lalu.

Setelah selesai mengeksplorasi Kampung Warna Warni, kamipun lanjut berjalan kaki ke arah Kampung Tridi melewati Jembatan Embong Brantas. Sepeda motor masih tetap diparkir di sekitar gapura utama Kampung Warna Warni.

Melewati Jembatan Embong Brantas, warna-warni mengkilap dari Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni di bawahnya benar-benar menarik perhatian. Meskipun sebelum masuk ke Kampung Warna Warni sudah nongkrong beberapa saat di jembatan, kali ini kami nongkrong lagi sedikit lebih lama sambil sesekali foto-foto.

Baca juga: Malang Flower Carnival (MFC) 2016 di Kota Malang: Ulasan, Foto dan Video

Tiba di gapura utama Kampung Tridi, kami bisa langsung masuk tanpa membayar tiket masuk seperti di Kampung Warna Warni. Disini perhatian kami langsung terarah pada gambar 3 dimensi gorilla selfie yang tampak lucu pada tembok berwarna biru. Disebelahnya ada air terjun yang terlihat seperti tumpah ke jalan, mulut yang sedang terbuka lebar dan ikan hiu. Beberapa kali foto-foto di depan si gorilla, di samping air terjun dan di ‘dalam’ mulut, akhirnya kami mulai berjalan masuk ke dalam perkampungan melewati areal parkir sepeda motor.

Gambar Monalisa 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Karena saking ramainya jalan ini oleh pengunjung dan sepeda motor yang lalu lalang, ada beberapa spot gambar 3 dimensi di sekitar sini yang sengaja kami skip. Kami mulai terus berjalan melewati jalan utama perkampungan ini yang penuh warna-warni dan gambar 3 dimensi. Setelah itu belok kanan menuruni anak tangga selangkah demi selangkah. Lorong ini seperti lainnya, penuh warna warni. Di sebelah kanan ada tembok kuning bergambar seseorang dengan cat merah sedangkan di sebelah kiri ada teras rumah yang bergambar Minnie Mouse dan lukisan Monalisa.

Karena masih agak kelelahan setelah lama berkeliling di Kampung Warna Warni hingga berjalan sampai kesini, akhirnya kami duduk-duduk santai sambil foto-foto di rumah dengan lukisan Monalisa dan Minnie Mouse ini. Pengunjung lain yang melintasi rumah ini juga banyak yang cukup tertarik untuk beristirahat disini.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuruni anak tangga dan ketemu jalan bercabang lagi. Di sudut persimpangan ini dipajang gambar-gambar 3D yang ada dan akan ada di Kampung Tridi ini dalam bentuk print-out di kertas. Tampaknya masih banyak yang belum tergambar di Kampung Tridi.

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar sama seorang ibu yang sedang duduk di depan rumahnya, beliau menyarankan kami untuk belok kanan karena gambar-gambar 3 dimensi yang ada di sana masih lumayan baru dan keren-keren. Kamipun mengikuti saran si ibu ini dan belok kanan menyusuri lorong sempit. Melewati sebuah Musholla, yang nampaknya sedang ada kegiatan dari warga setempat, serta di depannya ada spot gambar 3 dimensi dan 3 orang gadis remaja yang sedang asyik ber-wefie dengan gambar tersebut.

Kami menelusuri lorong diantara Musholla dan tempat cuci umum yang juga tampak ada beberapa ibu yang sedang sibuk mencuci pakaian. Di depan terlihat ada gambar 3 dimensi alat pancing ikan dan ikan yang sedang tertangkap. Disini bisa selfie seakan sedang sibuk memancing ikan.

Gambar Patrick (Spongebob) 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Di sebelah kiri gambar ikan ini ada lorong yang di dalamnya terdapat beberapa gambar 3 dimensi mulai dari Captain America yang melempar tamengnya, Patrick yang sedang menendang ‘Plakk!!” dan gambar kereta api. Rupanya gambar kereta api ini yang paling menarik para pengunjung, termasuk kami. Antrian untuk foto di gambar 3D kereta api ini ada sekitar 4 kelompok pengunjung. Sambil menunggu bisa foto-foto di depan gambar Patrick dan Captain America di sebelahnya.

Setelah itu kami berjalan lagi ke arah berlawanan, yaitu ke arah kanan dari gambar 3D memancing ikan. Melewati rumah warga dan pagar kayu warna-warni dan gambar Singa rasta terlihat cukup mencolok saat tiba di tengah jalan. Saya menyebutnya Singa rasta karena gambar singa berkacamata ini digambar menggunakan warna merah, kuning dan hijau pada tembok yang berwarna hitam. Setelah beberapa kali mengambil foto dengan latar singa rasta ini, kami ke sebelahnya.

Di situ ada gambar 3D Spiderman bergelantungan, burung merak, T-Rex yang terikat lehernya, ular kobra dan gambar ikan hiu di lantai. Di tempat ini nampak ada sebuah kios yang menjual setangkai bunga mawar seharga Rp. 2000. Beberapa pengunjung terlihat sedang membeli bunga disini. Selain disini, masih ada beberapa tempat lainnya yang menjual bunga mawar.

Gambar singa rasta 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Setelah dari lokasi itu, kami kembali lagi ke Singa rasta dan terus balik ke gambar memancing ikan, karena ke arah selanjutnya merupakan arah ke pintu masuk-keluar kampung Tridi. Kami lanjut lagi berjalan melewati lorong diantara Musholla dan tempat cuci dan lewat lagi di rumah ibu tempat kami bertanya tadi dan lanjut terus menelusuri gang sempit ini.

Di gang ini, cukup banyak terdapat kios milik warga, sehingga bisa beristirahat sambil minum minuman dingin. Tampak di depan ada tulisan IND-ONE-SIA yang mencolok di tembok sebuah rumah. Di rumah ini, menurut penuturan warga yang sedang duduk santai di dalamnya, merupakan tempat yang bisa dimasuki pengunjung Kampung Tridi untuk beristirahat (terdapat sebuah kursi sofa di dalamnya). Beliau menjelaskan bahwa rumah ini seperti tempat berkumpul warga maupun pengunjung, atau dapat disebut sebagai posko kampung Tridi. Banyak informasi yang saya peroleh dari warga ini, terutama mengenai asal-usul Kampung Tridi, yang sebagian besarnya sudah saya ceritakan di bagian atas artikel ini. Di dalam rumah ini kalau tidak salah lihat, ada gambar 3D menyerupai jembatan gantung pada lantainya.

Setelah lama berbincang-bincang di depan rumah yang ada sebuah kandang dan gambar 3D macan di dalamnya, kami terus berjalan ke bawah, yang ternyata itu adalah sungai Brantas. Para pengunjung nampak sangat ramai di tepian sungai ini. Di kampung Warna Warni di seberang sungai, pengunjung juga masih tetap ramai di spot populer di sana, yaitu di tembok yang berwarna pink dan biru langit. Sedangkan di Jembatan Embong Brantas di atas kami, nampak cukup banyak pengunjung yang sedang menikmati pemandangan dari situ.

Gambar malaikat cupid 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Bagian belakang rumah-rumah di tepian sungai ini sebagian besar temboknya tidak diamplas dengan semen, sehingga warna cat tembok serta gambar 3 dimensi terlihat agak kusam dibandingkan gambar-gambar yang kami lihat sebelumnya sepanjang perjalanan tadi. Beberapa gambar 3 dimensi yang ada di sini diantaranya berupa tulisan seperti ‘Made in Kiyambek’, ‘TPQ Roudhotul Ulum’, ‘Aku wes tekan kene’ hingga logo tim bola AC Milan juga ada. Ada juga gambar sebuah kompas, katak hijau dan singa. Tidak jauh dari situ, ada gambar malaikat Cupid pada tembok berwarna pink dan ada tangga warna-warni di depannya, yang merupakan salah satu spot yang disukai pengunjung di tepian sungai ini.

Setelah selesai foto-foto di tepian sungai dan mengingat baterai juga sudah mau habis seluruhnya, apalagi sudah berjam-jam digunakan sejak dari Kampung Warna Warni, kami memutuskan untuk kembali ke atas. Melewati jalan yang cukup licin di tepian sungai, setelah itu kami naik melewati lorong tangga sempit di sebelah rumah bergambar cupid.

Gambar ikan paus 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Lorong ini juga melewati tempat cuci umum dan ada anak tangga ke atas dimana ada sebuah gambar 3D ikan Paus yang cukup keren. Tidak jauh dari ikan paus ini, ada gambar Thor yang sedang memegang palunya dan palu lainnya yang kosong, siap untuk difoto seakan-akan kita yang memegang palu tersebut untuk melawan Thor.

Ada juga gambar mobil di sebelah Thor tersebut. Dari tempat ini, bisa terlihat atap-atap rumah di kampung Tridi serta latar Kampung Warna Warni Jodipan di belakangnya. Beberapa pengunjung nampak menyukai tempat ini dan selfie dengan pemandangan yang unik tersebut.

Setelah dari gambar 3D Thor, baterai kamera benar-benar mati total dan langitpun sudah sangat mendung. Kamipun memutuskan untuk segera pulang agar tidak terkena hujan, walaupun masih ada beberapa spot lainnya yang belum kami lewati. Oleh karena jalannya buru-buru, beberapa gambar 3 dimensi yang kami lewati tidak saya perhatikan dengan seksama. Cuma teringat gambar ular dan tokoh wayang.

Setelah keluar dari Kampung Tridi, kami menuju ke tempat parkir motor yang cukup jauh di seberang jembatan. Untunglah bisa tiba di motor sebelum turun hujan, jadinya pas hujan kami bisa mengenakan mantel hujan secepatnya.

Berkeliling di Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi sekaligus ternyata cukup melelahkan dan memakan waktu yang cukup lama jika ingin mengeksplorasi semuanya. Terhitung kami menghabiskan waktu sekitar 5 jam (sekitar 9:30 hingga 14:30) untuk berkeliling kedua kampung wisata tersebut. Itupun belum seluruh Kampung Warna Warni maupun Kampung Tridi yang dieksplore semuanya. Tapi meskipun begitu, kami sudah cukup puas jalan-jalannya waktu itu. Cerita jalan-jalan selanjutnya terus ditunggu dalam blog nnoart ini yah.

Koleksi Foto nnoart di Kampung 3D (Tridi) Kota Malang

Kampung Tridi (3D) Malang di sebelah kampung warna warni juga terlihat penuh warna dari atas jembatan.
Kampung Tridi (3D) Malang dari atas jembatan

Warna Warni Kampung Tridi (3D) Malang di Kelurahan Kesatrian
Kampung Tridi (3D) Malang juga terlihat warna-warni

Gambar Captain America 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Berpose di depan gambar 3 dimensi Captain America

Gambar kereta api 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Berpose di depan gambar kereta api 3 dimensi

Gambar singa mengaum 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Salah satu gambar di Kampung Tridi yang mencolok dari atas jembatan dan Kampung Warna Warni Jodipan

Aktivitas warga Kampung Tridi (3D) Malang
Warga Kampung Tridi (3D) Malang yang sedang duduk santai

Gambar Thor 3 dimensi di Kampung Tridi (3D) Malang
Berpose di depan gambar Thor 3 dimensi

Keterangan foto:
Lokasi: Kampung Tridi, Kel. Kesatrian, Ke. Blimbing, Kota Malang
Waktu: Minggu, 4 Desember 2016

Wednesday, December 21, 2016

Kampung Warna Warni Jodipan - Kota Malang yang sangat menawan meskipun aslinya merupakan permukiman kumuh.

Kampung Warna Warni Jodipan Malang - Warnai Harimu di Tempat Wisata Terbaru Ini - Kota Malang semakin semarak dan penuh warna setelah adanya kampung berwarna-warni yang terletak pada 2 kampung wisata yaitu Jodipan dan Kesatrian. Rumah-rumah warga yang berada di 2 kampung di sebelah timur jembatan Embong Brantas itu dicat dengan warna yang bervariasi (kabarnya ada 17 warna) serta mencolok pada tembok dan atap rumah, jalanan, kandang ayam, tiang jemuran dsb. Tempat yang dulunya terlihat kumuh, kini menjadi lebih sedap dipandang oleh karena hal tersebut.

Kampung warna-warni adalah objek wisata baru di dalam Kota Malang, yang akan semakin menjadikan Kota Malang sebagai tujuan wisata utama, bukan hanya sebagai kota transit atau peristirahatan untuk berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang. Para wisatawan yang datang ke Kota Malang dapat menyisihkan waktunya untuk mengunjungi objek wisata yang anyar ini.

Dalam ulasan nnoart kali ini, saya hanya akan mengulas mengenai Kampung Wisata Jodipan (KWJ) yang lebih dikenal sebagai kampung warna-warni Malang, meskipun ada kampung Tridi Kesatrian di sebelahnya yang juga penuh warna-warni. Jika dilihat dari atas jembatan Embong Brantas, Kampung Wisata Jodipan (KWJ) merupakan kampung warna-warni yang ada di sebelah selatan (kanan) sungai sedangkan di sebelah utaranya (kiri sungai) adalah Kampung Tridi (3D/Tiga Dimensi).

Lokasi Kampung Warna Warni Jodipan Malang


Kampung Warna Warni Jodipan terletak di Jalan IR. H. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Permukiman warga pada Kelurahan Jodipan - RW 02 - RT 06, 07 dan 09 atau yang lebih dikenal sebagai kampung Juanda, merupakan lokasi rumah-rumah yang dicat warna-warni tersebut.

Lokasinya dapat terlihat dari jembatan Embong Brantas (Jalan Gatot Subroto), yang letaknya hanya 500 meter dari Stasiun Kota Malang. Dari Alun Alun Tugu serta Alun Alun Kota Malang jaraknya sekitar 1 km, dari Terminal Arjosari jaraknya sekitar 7,5 Km, dari pertigaan Karanglo-Singosari jaraknya sekitar 8 km, dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh jaraknya sekitar 12,5 km, dan dari arah pusat kota Kepanjen sekitar 20 km ke arah utara.

Di sebelah timur jembatan tersebut, akan terlihat perkampungan penduduk berwarna-warni yang terpisah oleh sungai Brantas. Di sebelah kanan (selatan) sungai itulah kampung warna-warni Jodipan. Sedangkan di sebelah kiri (utara) sungai merupakan kampung Tridi (3D) yang akan dijelaskan pada postingan berikutnya dalam blog ini. Selengkapnya mengenai lokasi Kampung Wisata Jodipan atau yang dikenal sebagai Kampung Warna Warni Malang bisa dilihat pada Google Map di atas.

Asal Usul Kampung Warna-Warni Malang

Asal usul Kampung Warna Warni Jodipan Malang merupakan ide dari sekelompok mahasiswa dalam GuysPro.
Ide awal kampung warna-warni di Kota Malang ini digagas oleh sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan praktikum Public Relations (PR) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Praktikum ini merupakan tugas mata kuliah PR II yang mewajibkan mahasiswanya untuk menyelenggarakan sebuah event serta management event dengan menggandeng lembaga atau perusahaan.

Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 8 orang ini diantaranya Dinni Anggraeni, Nabila Firdausyiah, Ira Yulia Astutik, Salis Fitria, Ahmad Wiratman, Fahd Afdallah Ramadhan, Wahyu Fitri dan Elmi Rukhiatun. Mereka menamai kelompok ini sebagai GuysPro (Guys of Public Relations), aktivitas kelompok ini (berkaitan dengan kampung warna-warni) bisa dilihat di instagramnya @guyspro.

Para mahasiswa ini ingin agar kampung Juanda di Jodipan yang selama ini terkenal kumuh menjadi lebih bersih serta dapat mengubah perilaku warga mengenai sanitasi serta kebiasaan warga yang sering membuang sampah di sungai. Dipilhnya kampung Juanda oleh sebab lokasinya bisa dilihat langsung dari jembatan Embong Brantas Jalan Gatot Subroto, sehingga ketika selesai di cat, akan menjadi pemandangan yang menarik. Inspirasi kampung warna-warni ini datangnya dari rumah kotak-kotak warna-warni di Desa Favela, Rio de Janeiro, Brasil.

Baca juga: Omah Kayu Batu Malang - Penginapan Unik di Atas Pohon

Guyspro kemudian menawarkan gagasan ini kepada warga setempat dan gagasan ini langsung disetujui. Selanjutnya, untuk merealisasikan konsep kampung warna-warni ini, Guyspro mengajak kerja sama PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (INDANA). Gayung bersambut, PT INDANA menjadikan Kampung Warna Warni ini sebagai bagian dari program CSR mereka, sebagai bentuk kepedulian sosial kepada kota Malang. Akhirnya program CSR ini berjalan dengan nama “Decofresh Warnai Jodipan”.

Decofresh adalah merek cat yang digunakan untuk mengecat Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Untuk mengecat tembok hingga atap rumah di kampung ini, mereka melibatkan komunitas mural serta para seniman. Pengecatan dilakukan tukang cat yang disediakan oleh PT Indana, tim Guyspro serta warga setempat. Untuk pengecatan rumah-rumah yang tinggi, bantuan didapatkan dari Batalion 464 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Malang. Warga yang tidak ikut mengecat, biasanya membantu dalam urusan konsumsi dan lain sebagainya. Jumlah rumah yang dicat di Jodipan mencapai 100 unit. Jumlah cat yang dihabiskan untuk mewarnai kampung warna-warni ini mencapai 3 ton Decofresh dengan varian 15 warna.

Setelah selesai di cat, kampung ini langsung menarik perhatian orang-orang yang melintasi jembatan dan membuat kunjungan wisatawan ke kampung Juanda meningkat. Warga yang dulunya kurang menjaga kebersihan kampung dan seringkali membuang sampah di sungai sekarang menjadi malu untuk melakukan hal itu karena banyaknya wisatawan yang datang tersebut. 

Rencana kelompok mahasiswa yang ingin mengubah perilaku masyarakat setempat soal sanitasi serta kebersihan ternyata menghasilkan dampak yang luar biasa, bukan hanya perilaku masyarakat setempat yang berubah, namun menciptakan objek wisata baru di Kota Malang yang mampu mendatangkan wisatawan hingga lebih dari 500 pada akhir pekan. Ekonomi masyarakat setempat juga menjadi lebih baik, terutama yang membuka usaha kios, toko, warung dan sebagainya.

Tidak hanya kampung Juanda di Kelurahan Jodipan saja yang dijadikan kampung warna-warni, perkampungan di sebelah utara sungai (Kelurahan Kesatrian) juga yang berikutnya dicat dengan konsep gambar-gambar 3 Dimensi mendominasi tembok rumah warga.Untuk ulasan mengenai Kampung Tridi, bisa dibaca dalam blog nnoart ini juga.


Spot Menarik di Kampung Warna Warni Malang

Kampung warna-warni di Kota Malang ini memang sangat menarik, cukup banyak spot-spot keren untuk anda jadikan latar foto selfie atau wefie. Mulai dari jembatan Embong Brantas dengan latar kampung Juanda, di dalam gang-gang sempit permukiman yang menyerupai labirin hingga tembok berwarna pink dan biru langit polos yang cukup diminati para wisatawan sebagai latar foto mereka.

Berdasarkan hasil eksplorasi saya di Kampung Wisata Jodipan (belum sempat untuk eksplorasi seluruhnya), berikut ini adalah spot-spot yang disukai para wisatawan sebagai latar foto:

1. Jembatan Embong Brantas
Spot foto dari jembatan Embong Brantas ke Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Siapapun yang melintasi jembatan Embong Brantas yang terletak sekitar 500 meter sebelah selatan dari stasiun kota Malang ini tentunya akan langsung terpana saat melihat deretan perkampung warna-warni di sebelah timur jembatan. Tidak heran banyak wisatawan sangat menyukai pemandangan dari jembatan ini yang dapat melihat keseluruhan Kampung Warna Warni Jodipan maupun Kampung Tridi Kesatrian di sebelahnya.

Orang-orang yang sekedar melintas dengan kendaraan biasanya melambatkan laju kendaraan mereka untuk melihat pemandangan spektakuler ini. Ditambah dengan wisatawan yang menjubeli jembatan menyebabkan kemacetan tidak dapat dihindari, terutama saat jam-jam ramai.

2. Lantai dan Tambok Warna-Warni di Bawah Jembatan
Salah satu spot kece yang instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Ini merupakan spot yang cukup baru, wisatawan yang baru datang sekali ke Kampung Warna-Warni wilayah Jodipan maksimal sebelum bulan November 2016, mungkin belum menemukan spot yang satu ini.

Lokasi spot ini terletak tepat di bawah jembatan Embong Brantas (ujung selatan). Jika dari arah pintu masuk (tempat membayar tiket masuk) Jl. IR Juanda gang IA RT 09 (gapura dengan keramik warna hijau) yang berada di ujung selatan jembatan, anda akan menuruni tangga. Setelah itu belok kiri, ada gambar 3 dimensi seorang pesumo pada tembok berwarna jingga.

Ujung dari lorong itu tepat di bawah jembatan, dimana terlihat tembok warna-warni mulai dari merah muda, biru tua dan hijau serta lantai yang juga dicat menyerupai lingkaran cahaya warna-warni. Rangka jembatan di sebelahnya yang juga di-cat warna-warni menjadikan latar foto di spot ini sangat diminati para pengunjung. Tidak heran, pengunjung saling bergantian untuk foto dengan latar tembok, lantai dan jembatan tersebut.

Di spot ini juga, pengunjung dapat melihat kerumunan orang di atas jembatan Embong Brantas dari bawah serta perkampungan Tridi di seberang sungai. Tempat ini dibatasi dengan pagar besi warna-warni serta teralis untuk membatasi pengunjung yang mungkin nekat untuk melompati pagar.

3. Lorong Payung
Salah satu spot foto instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, lorong payung.
Setelah keluar dari spot nomor 2, kembali lagi ke gang yang pertama dan belok kiri melewati gang sempit kita akan menuruni anak tangga. Setelah beberapa langkah, pengunjung akan melewati lorong rumah warga dengan payung warna-warni bergelantungan di atasnya. Payung beraneka warna tersebut juga sangat diminati para pengunjung kampung warna warni Malang. Terdapat beberapa kios serta tempat duduk di bawah payung, sehingga beberapa pengunjung biasanya menyempatkan beristirahat di tempat ini sambil sesekali foto selfie atau wefie. Karena lorong ini merupakan salah satu jalur utama di kompleks kampung Juanda, susah mendapatkan momen saat lorong ini benar-benar sepi.


4. Topi Petani dan T-Rex 3 Dimensi
Satu lagi spot keren buat foto di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, topi petani dan T-Rex 3 Dimensi.
Beberapa langkah dari payung, ada spot yang juga cukup menarik. Terdapat ukiran gambar 3 dimensi seekor T-Rex serta 9 topi warna warni bergambar Spongebob, Hello Kitty, Angry Birds, Pokemon  dipajang di sebelah gambar T-Rex tersebut. Tersedia juga beberapa topi petani yang bisa dipakai pengunjung dengan cuma-cuma agar penampilannya lebih unik. Untuk gambar T-Rex 3 Dimensi, gambarnya terlihat seperti seekor T-Rex yang siap memangsa korbannya. Beberapa pengunjung yang berfoto dengan latar T-Rex ini biasanya bergaya seolah-olah siap dimakan T-Rex tersebut.


5. Pagar Reggae dan Pemandangan di Depannya
Pagar reggae (istilah dari saya sendiri) dari Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Pagar Reggae (istilah dari saya sendiri ๐Ÿ˜›), karena pagar besi ini di cat dengan warna merah, kuning, hijau plus biru. Disini ada pagar besi dimana pengunjung dapat bersandar sambil melihat pemandangan sungai (yang keruh... ๐Ÿ˜›) dan kampung Tridi (3D) Kesatrian. Terdapat tempat duduk milik warga yang diletakkan di depan rumah, yang bisa anda manfaatkan untuk duduk santai sambil menikmati pemandangan.

Di spot ini, pengunjung bisa foto dengan latar sungai dan kampung Tridi di seberang. Atau bisa juga diambil fotonya dari bawah, dengan latar depan berupa tembok batu dengan motif lingkaran hitam putih dan latar belakang berupa rumah-rumah tinggi berwarna biru, merah muda dan hijau seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.




6. Tangga Curam Warna Warni
Salah satu spot yang keren di Kampung Warna Warni Jodipan Malang adalah tangga dan jalanan yang curam
Setelah berjalan melewati pagar besi di spot nomor 5, kita tiba di jalanan menurun yang curam. Jalanan ini berupa anak tangga untuk pejalan kaki serta lajur untuk sepeda motor di tengahnya. Tangga-tangga ini di cat warna-warni dengan ukiran yang bervariasi.

Di sebelah kanannya ada rumah-rumah warga yang berwarna-warni dan di sebelah kirinya merupakan tembok batu dengan motif warna lingkaran hitam putih. Rumah-rumah 3 lantai yang juga berwarna-warni terlihat dengan sangat jelas dari bawah sini. Di jalan ini, jika berjalan ke atas, akan di temukan beberapa gambar tiga dimensi pada tembok rumah warga (sayangnya, saya tidak sempat untuk mengeksplorasi bagian itu, jadi infonya belum bisa dimasukan dalam tulisan ini). Jika turun ke bawah akan menuju ke lapangan yang menjadi spot ke-7 dari penjelasan saya.

Para pengunjung sering terlihat berfoto di spot tangga warna-warni ini saat sudah kelelahan untuk berjalan ke atas. Teras-teras rumah warga menjadi tempat duduk santai para pengunjung. Jika anda mencari toilet umum, salah satunya terdapat di ujung bawah dari anak tangga ini.


Baca juga: Labirin Coban Rondo Malang - Kini Bukan Hanya Air Terjun


7. Lapangan
Ini adalah spot foto populer di Kampung Warna Warni Jodipan Malang, lokasi terdapat tembok pink dan biru laut yang kece.
Banyak spot foto menarik di Kampung Wisata Jodipan (KWJ), tapi spot yang paling digemari wisatawan mungkin adalah di lapangan ini. Saat saya ke kampung warna warni pada hari Minggu, lapangan ini terlihat sangat ramai oleh pengunjung. Daya tarik utamanya adalah tembok rumah warga berwarna merah muda dan biru laut. Antrian pengunjung untuk berfoto di lokasi ini sangat banyak, meskipun di kiri kanannya ada spot menarik lainnya.

Di kanan rumah merah muda – biru laut tersebut, tampak beberapa gambar 3 dimensi berupa sayap kupu-kupu,  kapal di lautan yang terlihat seperti akan tumpah ke lantai serta macan yang terlihat seperti keluar diantara tembok rumah. Di kiri dari spot merah muda - biru laut tersebut, ada papan bertuliskan "Kampoeng Warna Warni Jodipan" dengan beberapa jejak tapak tangan warna warni.

Di ujung lapangan, ada tembok yang di cat seperti garis warna-warni dan para pedagang makanan ringan yang menjajakan dagangannya di depan tembok tersebut. Dari lapangan ini juga para pengunjung bisa melihat kampung Tridi di sebelahnya serta bisa berjalan ke tepian sungai.

8. Tepian Sungai
Tepian sungai di Kampung Warna Warni Jodipan Malang dan latar jembatan embong brantas berwarna-warni di belakangnya.
Dari lapangan tadi (spot nomor 7), pengunjung bisa berjalan ke tepian sungai, namun perlu berhati-hati karena cukup licin, apalagi setelah hujan. Dari tepian sungai ini, pengunjung bisa melihat pemandangan kampung warna-warni secara keseluruhan dari bawah, baik itu Kampung Wisata Jodipan di sebelah selatan, Kampung Tridi Kesatrian di sebelah utara, jembatan Embong Brantas di sebelah barat serta jembatan rel kereta di sebelah timur.

Di tepian sungai ini juga terdapat beberapa bangku serta meja yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk santai. Sedikit berjalan ke arah jembatan embong brantas, terdapat spot baru bertuliskan JODIPAN dari kumpulan botol minum bekas, yang juga di cat warna-warni dengan pola yang unik. Tulisan ini dipajang pada tembok pembatas sungai, yang baru akan terlihat jelas jika kita berjalan ke tepian sungai, dari atas jembatan serta dari arah Kampung Tridi.

Sungai yang cukup dalam dan deras menjadi pembatas antara Kampung Wisata Jodipan dan Kampung Tridi Kesatrian, sehingga pengunjung tidak boleh seenaknya menyeberangi sungai. Kabarnya, pemerintah maupun beberapa pihak sedang berupaya untuk membangun jembatan gantung sebagai penghubung kedua kampung warna-warni ini.

9. Dari dalam Kereta
Berfoto dari rel kereta sangat terlarang oleh karena sangat berbahaya (sudah pernah ada korban terserempet kereta disini). Akan tetapi, anda masih bisa melihat pemandangan kampung warna warni Malang ini dari dalam kereta, terutama untuk kereta tujuan Malang – Blitar atau sebaliknya.

Fasilitas di Kampung Warna Warni Malang

Fasilitas yang telah ada di objek wisata ini diantaranya tempat parkir, toilet, kios-kios kecil serta pedagang kaki lima yang menjual minuman serta makanan ringan. Untuk warung makan, terletak di diluar perkampungan warna warni, tepatnya di sekitar jalan utama.

Tiket Masuk Kampung Warna-Warni Jodipan Malang

Lokasi pembayaran tiket masuk di Kampung Warna Warni Jodipan Malang dengan harga tiket masuk Rp. 2000/orang
Kampung Wisata Jodipan (KWJ) saat ini telah memberlakukan tiket masuk dengan tarif Rp. 2000/orang. Berdasarkan yang tertulis pada tiket masuknya, uang tiket ini diperlukan untuk kepentingan perawatan, inovasi gambar, kebersihan dan lain-lain. Cukup murah kan tiket masuknya? Apalagi dengan tiket masuk tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati setiap spot menarik yang ada di dalam objek wisata ini tanpa perlu membayar lagi. Oh iya, tiket masuknya berbentuk sticker yang menarik, sehingga dapat dijadikan kenang-kenangan.

Selain tiket wisata, perlu diperhatikan biaya lainnya yang perlu dikeluarkan, terutama mengenai parkiran. Tarif parkir di sekitar KWJ seperti tarif parkir pada umumnya, yaitu Rp. 2000/sepeda motor dan Rp. 5000/mobil. Sedangkan untuk bus pariwisata, tarifnya berkisar antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000, tergantung lokasi parkirnya.

Hal-Hal yang Perlu diperhatikan Saat Jalan-Jalan ke Kampung Warna Warni Malang


Saat berwisata ke Kampung Warna Warni Malang (berlaku juga buat Kampung Tridi), terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung, diantaranya sebagai berikut:
  • Pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan baik itu dari sampah maupun hindari mengotori tembok-tembok yang menjadi daya tarik utama dari objek wisata ini;
  • Tidak naik ke atas rel kereta karena sangat berbahaya; ✋
  • Tidak menyeberangi sungai ke kampung wisata di sebelahnya karena agak dalam, licin dan berarus deras;
  • Karena lalu lintas di jembatan Embong Brantas yang cukup padat, berhati-hatilah saat sedang jalan-jalan atau sedang berfoto di jembatan tersebut. Pengunjung bisa saja terserempet kendaran yang sedang melintas jika tidak berhati-hati;
  • Jika salah satu spot yang sangat ingin anda berfoto disana namun cukup ramai, antrilah dengan sabar dan juga tetap mengingat orang lain yang juga ingin foto disitu, jadi jangan kelamaan yah foto-fotonya ๐Ÿ˜Ž 
  • Oh iya, karena ini masih di dalam area perkampungan warga, setidaknya tetap menghargai warga yang menetap disitu dengan tidak teriak-teriak sembarangan seperti orang kesurupan. Mungkin diantara warga, ada anak-anaknya yang sedang sibuk belajar menghadapi ujian atau ada yang diantaranya yang sedang terbaring sakit dan butuh ketenangan. ๐Ÿ’‚

Rute Menuju Kampung Warna Warni Malang


Kampung Warna Warni Jodipan Malang terletak di Kampung Juanda, Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Lokasinya hanya terpaut 500 meter ke arah selatan dari stasiun kota Malang. Pengunjung yang datang dari luar kota dengan kereta dan turun di stasiun kota Malang, bisa berjalan kaki, naik becak, ojek atau angkot ke arah selatan (belok kiri setelah keluar stasiun). 

Setelah melewati pom bensin di kanan jalan, terdapat perempatan di bawah rel kereta. Belok kanan disini hingga mencapai jembatan Embong Brantas. Di kiri jalan pada pangkal jembatan ini merupakan pintu masuk menuju Kampung Tridi, sedangkan pintu masuk menuju kampung warna warni Jodipan terletak di ujung jembatan.

Nah, di atas adalah rute apabila anda datang ke kota Malang dengan naik kereta. Jika anda berkendara dari kota Malang, Kabupaten Malang, kota Batu atau Surabaya, perlu diingat beberapa lokasi penting yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kampung Wisata Jodipan diantaranya Stasiun Kota Malang, Alun Alun Tugu, Alun Alun Kota serta Pasar Besar.

Untuk lebih jelasnya saya melampirkan peta rute ke Kampung Warna Warni Jodipan dari Google Map dengan rute mulai dari Jalan Ijen yang masih bisa anda rubah titik keberangkatannya dengan pilihan anda sendiri, misalnya dari Alun Alun Kota Malang, dari Terminal Arjosari atau bahkan dari Kepanjen. Untuk merubah titik keberangkatan, bisa klik pada 'more options', selanjutnya ganti kotak titik start keberangkatan dengan lokasi yang anda inginkan. Berikut ini rute menuju kampung warna warni Malang.



Angkutan Kota Menuju Kampung Warna Warni Malang


Untuk memilih angkot di Kota Malang yang rutenya menuju kampung warna-warni ini, sebaiknya memilih rute angkot yang melewati Jembatan Embong Brantas (Jl. Gatot Subroto) atau Jl. Ir. Juanda di Kelurahan Jodipan. Selain itu, paling tidak pilih angkutan kota yang melewati stasiun kota Malang, setelah itu turun berjalan kaki/naik becak (sejauh 500 meter) atau naik ke angkot lain yang ke kampung warna-warni. Berikut ini adalah Jalur Angkot Kota Malang yang dapat anda naiki:

Jalur ABG/ABH, AJG/AJH, AMG/AMH dan MT
Lewat jembatan Embong Brantas (Jalan Gatot Subroto) atau Jl. IR Juanda, bisa langsung turun di lokasi.

Jalur ADL, AL dan MM
Turun di stasiun Kota Malang, perlu berjalan kaki atau naik becak sejauh 500 meter ke kampung wisata Jodipan, juga bisa naik angkot lagi jalur ABG/ABH atau AJG/AJH.


Hotel atau Penginapan dekat Kampung Warna Warni Malang


Jika anda mencari hotel atau penginapan dekat kampung warna warni Malang, saya menyertakan informasi hotel terdekat dengan urutan berdasarkan jarak. Jika anda kebetulan sedang menginap di hotel atau penginapan di bawah ini dan belum mengetahui mengenai Kampung Warna Warni di dekatnya, anda mungkin bisa sekalian untuk jalan-jalan ke Kampung Wisata Jodipan atau mungkin juga ke Kampung Tridi Kesatrian. Berikut ini daftarnya:
  • Hotel Ollino Garden (***): ±350 meter
  • Hotel Margosuko (*): ±400 meter
  • Hotel Tosari (*): ±450 meter
  • Lily Guest House (*): ±600 meter
  • Hotel Aloha (*): ±650 meter
  • Losmen Megah MS: ±650 meter
  • Hotel Malang(*): ±700 meter
  • MADOR Malang Dorm Hostel: ±700 meter
  • Hotel Santosa(*): ±750 meter)

Jalan-Jalan Ke Kampung Warna-Warni Jodipan Malang


Foto saya sendiri, Ninno Emanuel, penulis nnoart di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Sudah beberapa bulan lamanya Kampung Juanda di Jodipan ini menjadi berwarna-warni seperti sekarang. Hanya saja karena waktunya belum tepat, saya belum punya kesempatan untuk datang objek wisata teranyar kota Malang ini pada awal mula kampung ini jadi terkenal.

Saat pertama kali terkenal di sosial media, kalau tidak salah medio Agustus 2016 hingga diresmikan pada awal September 2016 saya hanya melihat foto-foto di Kampung Warna Warni melalui berbagai sosial media. Sedikitnya waktu luang selama beberapa bulan tersebut membuat saya mengurung niat untuk eksplorasi objek wisata ini. Hingga akhirnya pada hari minggu, 4 Desember 2016, oleh karena ada keinginan jalan-jalan dari Fitroh dan Ellen ke objek wisata ini, akhirnya saya menyempatkan waktu untuk jalan-jalan kesana.

Baca juga: Splendid Malang - Wisata Unik di Pasar Bunga, Burung dan Ikan Hias

Setelah mendapatkan 1 sepeda motor dari seorang teman, saya dan Fitroh menjemput Ellen di daerah Dinoyo, setelah itu barulah rutenya ke kampung warna-warni. Cuaca yang mendung saat itu membuat kami bisa dengan santai mengendarai motor tanpa perlu mengenakan jaket sebagai penahan panas. Tapi, oleh karena cuaca yang mendung tersebut, saya sedikit malas untuk memotret pemandangan. Kampung Warna-Warni akan terlihat lebih semarak warnanya saat cuaca lagi cerah. Namun kalau lagi mendung, entah kenapa warna dari bangunan-bangunan tersebut seakan ikut-ikutan mendung. ๐Ÿ˜“

Ninno dan Fitroh saat di salah satu spot foto keren di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Kami berangkat cukup pagi, sekitar pukul 9, saat itu jalan Ijen masih di tutup karena ada kegiatan Car Free Day. Oleh karena itu terpaksa ikut jalan memutar lewat jalan Kawi, belok ke Stadion Gajayana, terus ke Alun Alun Tugu Kota Malang, melewati stasiun dan akhirnya tiba di Jembatan Embong Brantas yang saat itu cukup macet, apalagi ditambah banyaknya pejalan kaki yang melintasi jembatan tersebut untuk menikmati pemandangan kampung warna warni. Singkat cerita, kami memarkirkan kendaraan di salah satu ruko di tepi jalan Gatot Subroto.

Dari lokasi parkir ini, kami masih berjalan santai ke arah jembatan untuk ikut-ikutan melihat serta foto-foto disitu yang latarnya sangat menarik. Tampak dari jembatan ini rumah-rumah berwarna-warni di memenuhi lereng tepian sungai. Kampung Tridi yang terletak di sebelah kiri (utara) sungai terlihat jauh lebih banyak rumahnya dibandingkan rumah-rumah di Kampung Wisata Jodipan yang terletak di sebelah kanan (selatan) sungai. 

Dari atas jembatan embong brantas juga nampak rel kereta yang pilarnya sudah dicat warna-warni di kejauhan. Terlihat juga ada kereta yang sedang berjalan mundur di atasnya. Saya mengira masinis kereta sengaja seperti itu untuk memberikan layanan kepada penumpangnya agar dapat melihat pemandangan kampung warna warni lebih lama. Seperti yang dilakukan beberapa maskapai penerbangan yang melintasi Danau Kelimutu di pulau Flores, dimana pilot sengaja bermanuver di atas Danau Kelimutu untuk memberikan penumpangnya melihat Danau Kelimutu dengan jelas dari atas pesawat. Tapi ternyata, karena ada kereta lainnya dari arah berlawanan, makanya kereta yang satu harus mundur kembali ke stasiun kota Malang untuk memberikan jalan (entah apa istilahnya). Sudahlah, OOTnya berlebihan, kembali ke topik. Wkwkwk ๐Ÿ˜

Kampung Warna Warni Jodipan Malang juga punya gambar 3 dimensi loh, bukan hanya di Kampung Tridi yang punya.Setelah puas foto-foto di jembatan, perjalanan dilanjutkan dengan masuk melalui Gang IA dimana terdapat 3 orang ibu-ibu yang sedang bertugas menjual tiket masuk Rp. 2000/orang. Setelah membayar Rp. 6000 untuk 3 orang, kamipun mendapatkan tiketnya dan sudah berhak untuk masuk. Tiket ini berbentuk sticker dengan gambar pemandangan kampung warna-warni serta gambar-gambar lainnya yang membuat tiket sticker tersebut menjadi lebih menarik. Bisa ditempel di tempat tertentu sekaligus buat promosi objek wisata ini.

Setelah membayar, kamipun mulai berjalan turun dan mulai mengeksplorasi setiap bagian yang ada di Kampung Wisata Jodipan. Detail spot-spot yang kami singgahi seperti yang sudah ditulis diatas mengenai Spot-Spot Menarik di Kampung Warna Warni Malang. Mulai spot warna-warni di bawah jembatan (yang cukup ramai dan saling berebut mengambil posisi untuk difoto), duduk santai di bawah payung warna-warni, foto dengan latar 9 topi petani warna-warni dan gambar 3 dimensi T-Rex. Dilanjutkan dengan foto-foto di pagar besi dengan latar kampung Tridi, turun ke lapangan melewati sebuah anak tangga sempit.

Saat tiba di lapangan tepi sungai, rupanya pengunjung sangat membludak. Nampak para pengunjung tersebut berlomba-lomba untuk foto di tembok warna merah muda dan biru langit. Antrian pengunjung untuk foto-foto di gambar-gambar 3 dimensi di sebelahnya berupa macan, kapal jatuh serta sayap kupu-kupu hanya 1-2 kelompok pengunjung. 

Kampung Warna Warni Malang juga punya spot kece berupa jejak telapak tangan warna-warni.Karena antrian yang sangat panjang di tembok pink-biru langit tersebut, kamipun hanya sempat untuk foto di tembok warna pink yang masih ada sedikit ruang, papan telapak tangan, sayap kupu-kupu dan perahu jatuh. Setelah itu saya ke tepian sungai untuk mengambil beberapa gambar yang menarik. Di seberang sungai (Kampung Tridi), nampak beberapa pengunjung juga sedang sibuk untuk foto-foto dengan latar yang bervariasi.

Setelah puas duduk nongkrong di area lapangan, kamipun berjalan ke atas melewati jalanan tangga yang curam, yang tentunya cukup menguras tenaga sampai membuat kehausan. Untungnya banyak kios serta pedagang kaki lima yang menjual minuman dingin, jadinya rasa haus tersebut bisa langsung hilang. 

Masih ada beberapa area di Kampung Wisata Jodipan ini yang tidak sempat kami eksplorasi, terutama di bagian timur perkampungan. Kabarnya sih di area itu ada beberapa gambar 3 dimensi yang mungkin cukup menarik. 

Setelah berisitirahat beberapa menit di bangku yang tersedia sembari ngobrol dan menikmati pemandangan, kamipun memutuskan untuk segera ke kampung Tridi di sebelah, sebelum keburu hujan. Sepeda motor tetap di parkir di tempat semula, kami melanjutkan ke Kampung Tridi dengan berjalan kaki melintasi jembatan.Ulasan selengkapnya mengenai Kampung Tridi Malang akan di-publish setelah ulasan ini.Untuk foto-foto lainnya di Kampung Warna Warni Jodipan - Malang bisa dilihat di bawah ini.

Koleksi Foto nnoart di Kampung Warna Warni Jodipan - Malang

Ini adalah pemandangan kampung warna warni Jodipan dan Kampung Tridi di Kota Malang dilihat dari atas jembatan.
Kampung Tridi Kesatrian dan Kampung Warna Warni Jodipan - Malang

Jembatan Embong Brantas juga di cat warna-warni di Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Malang
Jembatan Embong Brantas yang di-cat warna-warni

Gambar T-Rex 3 Dimensi di Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang.
Gambar T-Rex 3 Dimensi

Salah satu spot melihat pemandangan di Kampung Warna Warni Jodipan Malang yang saya sebut 'pagar reggae'
Melihat pemandangan Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi dari pagar reggae

Ini adalah jalan dan tangga yang juga di cat warna-warni di dalam Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Jalan dan Tangga Warna Warni di Jodipan

Salah satu spot instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Spot Instagrammable di Kampung Warna Warni Jodipan Malang

Ini adalah spot instagrammable yang populer di Kampung Warna Warni Jodipan Malang.
Spot instagrammable populer di Kampung Warna Warni Jodipan Malang

Keterangan foto:
Lokasi: Kampung Wisata Jodipan (KWJ), Kel. Jodipan, Kec. Blimbing, Kota Malang
Waktu: Minggu, 4 Desember 2016